kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

CIMB Niaga Gandeng Ajaib Perkuat Produk Investasi di OCTO, Incar 1 Juta Pengguna


Jumat, 07 Agustus 2026 / 17:33 WIB
CIMB Niaga Gandeng Ajaib Perkuat Produk Investasi di OCTO, Incar 1 Juta Pengguna
ILUSTRASI. CIMB Niaga (BNGA) memperkuat layanan investasi di aplikasi digitalnya, OCTO dengan gandeng Ajaib dan menargetkan 1 juta nasabah pada tahun 2027 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memperkuat layanan investasi di aplikasi digitalnya, OCTO, melalui kerja sama dengan PT Ajaib Teknologi Indonesia. Targetnya, kolaborasi ini dapat menjangkau 1 juta nasabah pada tahun 2027 mendatang.

Direktur Consumer Banking & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan untuk menyajikan one-stop solution untuk nasabah menabung, bertransaksi, meminjam, ataupun berinvestasi dalam satu platform yang sama. 

Dengan begitu, lebih dari tiga juta pengguna OCTO yang ada kini dapat menikmati layanan keuangan yang lengkap dan OCTO dapat berperan sebagai main operating account bagi nasabah individu dalam kebutuhan sehari-harinya. 

Baca Juga: Bisnis Bullion Makin Positif, OJK Ungkap Kelolaan Emas Tembus 150 Ton

Di saat yang sama, Noviady bilang kolaborasi ini berusaha menghapuskan batasan antar aplikasi perbankan dengan aplikasi investasi. “Harapannya, nasabah dapat memulai dan juga mengelola portofolio saham hanya dengan satu aplikasi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/8/2026). 

Sejalan dengan itu, Co-founder & CEO Ajaib Anderson Sumarli bilang kolaborasi pertama sekuritas dan perbankan ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan industri investasi di Indonesia. 

Setelah pemahaman akan investasi mulai meluas di masyarakat, Anderson bilang, tantangan yang kini dihadapi adalah soal mendorong giat investasi. Itu dapat diatasi dengan mempermudah akses yang dibutuhkan, sehingga masyarakat merasa memiliki kedekatan. 

“Jika mereka merasa nyaman, mereka akan membangun kebiasaan investasi yang berkelanjutan. Mereka tidak melihat naik-turunnya market sehari-hari, mereka melihat jangka panjang,” sebut Anderson dalam kesempatan yang sama. 

Dari sisi regulator, Direktur Penyelesaian, Kustodian, dan Pengawasan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Eqy Essiqy mengamini bahwasannya kolaborasi semacam ini merupakan langkah positif yang dapat mempermudah masyarakat dalam berinvestasi.

KSEI mencatat, hingga 5 Agustus 2026, jumlah nomor identitas tunggal alias single investor identification (SID) pasar modal nasional telah mencapai 30,24 juta investor, dengan komposisi terbanyak berasal dari investor reksa dana.

Angka ini, menurut Eqy, menunjukkan bahwa minat investasi masyarakat semakin besar. Maka dari itu, pihaknya mendukung berbagai inovasi yang berlandaskan pada prinsip keamanan, efisiensi, transparansi, dan perlindungan investor. 

Baca Juga: BSSN Catat 609,39 Juta Serangan Siber, Perlindungan Data Kian Krusial

“Dengan semakin kuat kolaborasi antar pelaku industri, maka semakin kuat juga fondasi ekosistem pasar modal Indonesia. Dengan demikian, peningkatan jumlah investor juga selaras dengan terciptanya investor yang aktif, memahami risiko investasi, serta memiliki kepercayaan terhadap integritas pasar modal Indonesia,” kata Eqy. 

Melalui kesempatan ini, Eqy juga menegaskan bahwa pertumbuhan pasar modal tak dibangun oleh satu institusi saja, melainkan melalui kerja sama antar institusi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×