Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kredit konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank hingga pembiayaan kendaraan multifinance masih dalam tekanan. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyebut kondisi itu berpotensi mempengaruhi lini bisnis asuransi jiwa kredit.
Asal tahu saja, berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI), KPR industri perbankan hanya tumbuh 4,7% Year on Year (YoY) per Mei 2026, melambat dari pertumbuhan 8% yoy pada Mei 2025. Adapun data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan kendaraan multifinance terkontraksi 1,44% YoY, dengan nilai mencapai Rp 402,49 triliun per Mei 2026.
Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menilai tekanan pada sektor pembiayaan konsumtif saat ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingkat suku bunga acuan BI dan ketidakpastian ekonomi yang mengakibatkan masyarakat cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan pembiayaan.
Baca Juga: Amvesindo Optimistis Ruang Pertumbuhan Modal Ventura Tetap Ada ke Depannya
"Kondisi tersebut tentu berdampak pada laju pertumbuhan pembiayaan baru yang menjadi salah satu pendorong bisnis asuransi jiwa kredit," katanya kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Ciputra Life masih mencatatkan kinerja positif di tengah kondisi tekanan tersebut. Listianawati menerangkan Ciputra Life membukukan premi dari lini asuransi jiwa kredit sebesar Rp 277 miliar pada Semester I-2026, atau tumbuh sebesar 43% YoY.
"Capaian itu menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara positif, meskipun sektor pembiayaan konsumtif menghadapi tantangan," tuturnya.
Untuk menjaga pertumbuhan di tengah dinamika tersebut, Listianawati menyampaikan Ciputra Life terus memperkuat kerja sama dengan mitra bisnis dan melakukan diversifikasi portofolio bisnis asuransi jiwa kredit.
Dia bilang fokus perusahaan tidak hanya pada pembiayaan KPR, tetapi juga memperluas kerja sama pada pembiayaan kendaraan bermotor, serta berbagai produk dan layanan keuangan lainnya yang membutuhkan perlindungan jiwa kredit.
Baca Juga: FWD Insurance Perkuat Literasi Keuangan, Bidik 2.700 Siswa Lewat Pelatihan Guru
"Dengan portofolio yang lebih beragam, sumber pertumbuhan bisnis menjadi lebih terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu segmen pembiayaan saja," ucapnya.
Selain itu, Ciputra Life juga terus memperkuat lini corporate solution sebagai salah satu sumber pertumbuhan perusahaan. Listianawati mengatakan kombinasi strategi tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan portofolio bisnis, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life membukukan total pendapatan premi sebesar Rp 387,6 miliar hingga Semester I-2026, atau meningkat sebesar 53% secara YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
