Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Surat Berharga Negara (SBN) yang terus tertekan turut memberikan pengaruh terhadap investasi di industri asuransi. Salah satunya dirasakan perusahaan asuransi jiwa, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life).
"Secara umum, tentunya aset investasi perusahaan juga mengalami tekanan yang sama seiring dengan tekanan terhadap IHSG dan SBN," ujar Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto kepada Kontan, Minggu (12/4/2026).
Namun, Listianawati menyampaikan kondisi tersebut juga memberikan opportunity kepada perusahaan untuk masuk secara selektif, terutama ke pasar SBN dan mendapatkan yield yang lebih menarik.
"Khususnya, untuk SBN dengan tenor pendek di bawah 5 tahun," ucapnya.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berpotensi Tingkatkan Klaim, OJK Dorong Asuransi Lakukan Hal Ini
Lebih lanjut, Listianawati menerangkan sampai saat ini, Ciputra Life belum ada rencana untuk melakukan revisi target investasi meski ada kondisi tekanan dari IHSG dan SBN.
Untuk menyikapi kondisi itu, Listianawati bilang perusahaan lebih selektif dalam memilih instrumen investasi yang akan dimasuki. Dia menyebut instrumen obligasi, terutama obligasi pemerintah dengan tenor pendek, tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga kestabilan hasil investasi perusahaan dan memastikan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 1,05 per Maret 2026. Adapun SBN masih mendominasi penempatan investasi perusahaan dengan nilai mencapai Rp 594,69 miliar atau porsinya sebesar 55,98%.
Sementara itu, penempatan investasi Ciputra Life di instrumen saham sebesar Rp 124,48 miliar per Maret 2026. Porsinya sebesar 11,38% terhadap total investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













