kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

CNAF Catat Peningkatan Rasio Pencadangan per Mei 2026


Minggu, 21 Juni 2026 / 18:30 WIB
CNAF Catat Peningkatan Rasio Pencadangan per Mei 2026
ILUSTRASI. Pencadangan CNAF naik signifikan menjadi 3,53% di Mei 2026. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat peningkatan rasio pencadangan seiring penyesuaian terhadap kondisi industri pembiayaan. Perkembangan ini sejalan dengan dinamika rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) di industri multifinance.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan kondisi makro dan mikro ekonomi saat ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan pencadangan perusahaan pembiayaan, termasuk CNAF.

Per Mei 2026, rasio pencadangan CNAF tercatat sebesar 3,53%, meningkat dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar 2,28%. Sementara itu, rasio NPF CNAF hingga Mei 2026 berada di level 2,06%.

Baca Juga: AAUI: Kinerja Investasi Asuransi Umum Tahun 2026 Berpotensi Melambat

“Di tengah dinamika tersebut, CNAF menjalankan bisnis dengan fokus pada penerapan tata kelola yang baik serta praktik manajemen risiko yang prudent,” kata Ristiawan kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).

Ristiawan menyampaikan, dinamika suku bunga, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta perubahan daya beli masyarakat menjadi faktor yang terus diperhatikan oleh industri pembiayaan. Ia menyebut kebutuhan pencadangan ke depan akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas aset dan kondisi pasar.

Terkait profitabilitas, peningkatan biaya pencadangan memang dapat memengaruhi laba perusahaan dalam jangka pendek. Namun demikian, pencadangan tetap diperlukan untuk menjaga kualitas aset dan kesehatan portofolio pembiayaan.

Baca Juga: Mandiri Tunas Finance (MTF) Siap Lunasi Surat Utang Jatuh Tempo Rp 313 Miliar

Untuk itu, CNAF menyatakan akan terus berupaya menjaga kualitas aset, menerapkan manajemen risiko yang prudent, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio NPF gross industri multifinance mencapai 2,89% per April 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,43%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×