kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

AAUI: Kinerja Investasi Asuransi Umum Tahun 2026 Berpotensi Melambat


Minggu, 21 Juni 2026 / 17:37 WIB
AAUI: Kinerja Investasi Asuransi Umum Tahun 2026 Berpotensi Melambat
ILUSTRASI. AAUI memprediksi laba investasi asuransi umum akan berat tahun ini. Sentimen global dan volatilitas suku bunga jadi pemicu. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai industri asuransi umum tampaknya akan berat memupuk laba dari hasil investasi pada tahun ini.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan hal tersebut tak terlepas dari adanya berbagai sentimen yang bisa memengaruhi kinerja investasi pada tahun ini.

"Industri asuransi umum selama ini menikmati profit dari hasil investasi, tahun ini juga harus berhati-hati karena indikator investasi. Hasil investasi juga akan menurun signifikan, bisa diterjemahkan sendiri indikatornya seperti apa," katanya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Asal tahu saja, berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi industri asuransi umum meningkat signifikan sebesar 13,5% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 8,44 triliun per akhir 2025.

Baca Juga: Mandiri Tunas Finance (MTF) Siap Lunasi Surat Utang Jatuh Tempo Rp 313 Miliar

Pencapaian positif hasil investasi tersebut menjadi salah satu penopang utama laba bersih industri asuransi umum yang sebesar Rp 15,82 triliun per akhir 2025. Jika ditelaah, industri berhasil membalikkan keadaan dari rugi sebesar Rp 8,94 triliun per akhir 2024.

Namun, tampaknya berbagai sentimen yang terjadi pada awal tahun ini sudah mulai berdampak terhadap hasil investasi asuransi umum pada kuartal I-2026. Adapun hasil investasi industri tercatat mengalami kontraksi 8% YoY, menjadi Rp 1,71 triliun pada kuartal I-2026. Meski demikian, laba bersih asuransi umum masih naik 18,8% YoY, menjadi 3,72 triliun pada kuartal I-2026.

Sementara itu, AAUI sempat menyampaikan industri asuransi umum perlu mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja hasil investasi tahun ini. Budi menerangkan faktornya, yakni volatilitas suku bunga acuan, pergerakan nilai tukar Rupiah, dinamika inflasi, serta kondisi pasar obligasi dan saham.

Baca Juga: Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank Diperbesar, Seberapa Manjur Dorong Kredit?

"Ditambah, adanya tekanan ekonomi global yang dapat memengaruhi arus modal dan sentimen investor," katanya kepada Kontan.

Selain itu, Budi menyampaikan industri juga perlu mencermati perkembangan klaim, pertumbuhan premi, kondisi likuiditas, serta kualitas aset investasi.

Bagi asuransi umum, dia bilang kinerja investasi memang penting, tetapi tetap harus dilihat sebagai bagian dari pengelolaan bisnis yang lebih luas, yaitu menjaga kecukupan likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×