Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memberi efek domino terhadap industri pembiayaan, termasuk di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meski tidak berdampak langsung, kondisi ini dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan bayar nasabah.
"Konflik di Timur Tengah merupakan risiko eksternal yang memberikan efek domino terhadap industri pembiayaan," ujar Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Ristiawan Suherman kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Melesat di Sesi Siang Rabu (8/4), Saham BBNI Pimpin Kenaikan
Meski begitu, CNAF berhasil menorehkan kinerja penyaluran pembiayaan yang positif pada sektor UMKM di awal tahun 2026.
Pembiayaan UMKM CNAF tumbuh 89% Month on Month (MoM) dari yang sebelumnya bernilai Rp80,8 miliar di bulan Januari 2026 menjadi Rp152,5 miliar pada Februari 2026.
Walau secara fundamental sektor UMKM masih cukup terjaga, pihaknya tetap menyiapkan sejumlah langkah mitigasi yang prudent dan terukur dalam menyalurkan pembiayaan untuk menghadapi risiko kredit macet.
Beberapa upaya yang akan dilakukan adalah melakukan analisis kredit yang lebih intensif, monitoring portofolio calon nasabah untuk mendeteksi potensi gagal bayar sejak dini, dan diversifikasi produk pembiayaan guna menghindari konsentrasi risiko pada sektor tertentu.
Di sisi lain, situasi konflik Timur Tengah juga mendorong penyesuaian strategi perusahaan dalam penyaluran pembiayaan UMKM.
Ristiawan menegaskan bahwa CNAF akan lebih selektif dalam memetakan profil nasabah guna menjaga kualitas aset di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: OJK Siapkan POJK Baru, Laporan Berkala Lembaga Penjamin Lebih Ketat
"Dengan langkah-langkah strategis ini, perusahaan optimistis dapat menjaga kesehatan portofolio di tengah tantangan ekonomi yang terjadi saat ini," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













