Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih mencermati potensi kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pasca periode Lebaran 2026.
Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Lie, mengatakan dampak musiman pasca Lebaran umumnya baru akan terlihat lebih jelas pada akhir April, mengingat periode hari raya baru berlangsung sekitar dua minggu lalu.
“Secara umum kondisi tersebut memang dapat terjadi, namun saat ini kami masih dalam tahap pemantauan dan belum dapat menyimpulkan tren secara spesifik di KB Bank,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Tabungan Haji Bank Muamalat Layani Sekitar 700.000 Jemaah Haji Tunggu
Ke depan, KB Bank menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas kredit dengan memastikan rasio NPL tetap berada dalam batas yang ditetapkan regulator, baik di segmen korporasi, UMKM, maupun konsumer.
Dari sisi perilaku nasabah, Kunardy melihat adanya tren yang cukup positif. Hal ini ditopang oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat serta pengembangan sistem pembayaran yang semakin andal.
Menurutnya, inovasi sistem pembayaran dari Bank Indonesia turut mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari penggunaan instrumen berbasis kredit ke debit.
Sebagai langkah mitigasi, KB Bank terus memperkuat proses inisiasi kredit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Selain itu, perseroan juga meningkatkan efektivitas penagihan serta strategi penjualan guna menjaga kualitas portofolio.
“Pendekatan ini kami lakukan secara menyeluruh, baik dari sisi preventif maupun korektif, agar kualitas kredit tetap terjaga,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, KB Bank optimistis mampu menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi dan potensi tekanan pasca Lebaran.
Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













