kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

CNAF Libatkan Pihak Eksternal Dalam Melakukan Upaya Penagihan kepada Nasabah


Rabu, 02 April 2025 / 15:05 WIB
CNAF Libatkan Pihak Eksternal Dalam Melakukan Upaya Penagihan kepada Nasabah
ILUSTRASI. KONTAN/Baihaki/13/1/2025. CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melibatkan pihak ketiga dalam melakukan upaya penagihan kepada nasabah yang mengalami kredit macet.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melibatkan pihak ketiga atau eksternal dalam melakukan upaya penagihan kepada nasabah yang mengalami kredit macet.

Untuk proses penagihan yang melibatkan pihak ketiga, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menerangkan CNAF berkoordinasi dengan pihak eksternal yang berhak untuk melakukan penagihan, seperti petugas eksternal yang berbadan hukum, dan memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta sudah memiliki sertifikasi profesi. 

"Dalam hal penagihannya, CNAF telah memenuhi ketentuan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu telah dilengkapi dengan Surat Kuasa dan Berita Acara Penyerahan Unit," ujarnya kepada Kontan, Minggu (30/3).

Lebih lanjut, dalam menangani nasabah yang mengalami kredit macet, Ristiawan menyebut CNAF senantiasa selalu aktif dalam mengingatkan nasabah untuk melakukan pembayaran angsuran di awal melalui WhatsApp dan telepon. Selain itu, dia bilang CNAF juga melakukan edukasi ke semua nasabah yang bertujuan untuk mendisiplinkan mereka dalam melakukan pembayaran angsuran.

Baca Juga: Mandiri Utama Finance (MUF) Proyeksikan Rasio NPF Stabil Usai Lebaran

Ristiawan mengatakan terdapat beragam faktor yang membuat nasabah mengalami kredit macet. Pada umumnya, dia menyebut faktor nasabah mengalami kredit macet karena tidak adanya dana untuk dapat melakukan pembayaran angsuran. 

Sementara itu, CIMB Niaga Finance mencatatkan rasio Non Performing Financing (NPF) per Februari 2025 sebesar 1,30%. Ristiawan menerangkan rasio NPF CNAF tersebut lebih baik dari tren industri multifinance per Januari 2025 yang sebesar 2,96%.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPF gross perusahaan pembiayaan atau multifinance per Januari 2025 sebesar 2,96%. Angka itu memburuk, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,70%. Angka NPF gross perusahaan pembiayaan per Januari 2025 juga tercatat meningkat, jika dibandingkan dengan pencapaian per Januari 2024 yang sebesar 2,50%. 

Baca Juga: NPF Diprediksi Meningkat Usai Lebaran, Begini Strategi CIMB Niaga Finance

Selanjutnya: Catat Nomor Penting Arus Balik Lebaran 2025 Demi Perjalanan Aman, Apa Saja?

Menarik Dibaca: Jogja Masih Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Besok (3/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×