kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

DAI menargetkan 10 juta agen asuransi


Jumat, 16 Oktober 2015 / 06:12 WIB
DAI menargetkan 10 juta agen asuransi


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dewan Asuransi Indonesia (DAI) akan menggeber jumlah agen asuransi hingga mencapai 10 juta orang. Ini adalah bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengurangi jumlah pengangguran dalam negeri.

Ketua DAI, Hendrisman Rahim bilang, sesuai paket kebijakan ekonomi pemerintah, OJK ingin andil mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

"OJK melihat, hal yang cukup mudah dilakukan adalah profesi agen," kata dia, kemarin.

Untuk mewujudkan target tersebut, Hendrisman mengatakan, asosiasi asuransi akan ikut aktif meningkatkan jumlah agen. Salah satunya dengan sosialisasi profesi agen. Pasalnya, masih banyak masyarakat belum paham soal profesi tersebut.

Padahal pekerjaan agen asuransi bisa dilakukan sebagai pekerjaan penuh atau sampingan. Tapi, menggenjot jumlah agen tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, seorang agen harus melewati pelatihan dan proses sertifikasi.

"DAI menilai, masih perlu lima tahun sampai 10 tahun target itu bisa tercapai," ujar dia.

Sebelumnya Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II OJK Dumoly Pardede memprediksi, pertumbuhan jumlah agen bisa lebih besar jika bisa merangkul masyarakat produktif seperti ibu rumah tangga.

Di industri asuransi jiwa, saat ini jumlah agen asuransi baru sekitar 500.000 orang. Ke depan, DAI akan ikut memberi pelatihan calon agen. Namun pelatihan yang dilakukan bersifat dasar dan untuk produk sederhana.

"Nantinya mereka baru bisa jual produk seperti asuransi kematian, kecelakaan, atau asuransi harta benda yang sederhana," kata Hendrisman. Sementara produk lebih kompleks, para agen ini harus mengikuti pelatihan lanjutan di tiap perusahaan asuransi setelah mereka bekerja.

Program untuk merekrut agen secara besar-besaran ini ditargetkan mulai akhir tahun ini. Penggunaan teknologi online pun bisa untuk mendukung program tersebut.

Nah setelah melewati pelatihan dasar dan ujian sertifikasi, Hendrisman menyatakan, perusahaan asuransi bisa merekrut agen tersebut. "Atau bisa pula para agen tersebut melamar ke perusahaan asuransi," kata dia.

DAI berharap regulator ikut dalam program ini sehingga lebih mudah untuk mendongkrak jumlah agen 10 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×