Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk terus menggencarkan bisnisnya pada segmen nasabah affluent dan private banking. Bisnis di segmen ini terbukti menjadi sumber pendapatan yang stabil dan seimbang di tengah ketidakpastian ekonomi.
Consumer Funding Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan, sampai dengan Desember 2025, dana kelolan alias asset under management (AUM) dari kelompok nasabah prioritas tumbuh sebesar 23% bila dibandingkan Desember 2023.
Adapun Ivan juga mencatat, jumlah nasabah prioritas Danamon dalam periode yang sama tumbuh sekitar 25%. Ia bilang, pertumbuhan segmen nasabah prioritas ini terus terjaga positif pada tahun 2026.
Ivan menyebut pertumbuhan ini sebagai cerminan dari pendanaan Bank Danamon yang terjaga dengan sehat. Untuk menjadi prioritas di Bank Danamon, nasabah harus memiliki saldo rata-rata minimal Rp 500 juta.
Baca Juga: Risiko Bencana Meningkat, Maipark Soroti Dampak El Nino Ekstrem
"Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah, menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dan seimbang bagi bank secara keseluruhan, di tengah dinamika ekonomi," kata Ivan kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).
Ivan menargetkan nasabah prioritas banknya akan tumbuh di kisaran 10% tahun ini. Bank Danamon, kata Ivan, akan memfokuskan pertumbuhan pendanaan berbasis transaksi dan penghimpunan dana murah (CASA) melalui berbagai tawaran program kepada nasabahnya.
"Segmen nasabah prioritas Danamon Privilege terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, sejalan dengan konsistensi strategi Danamon dalam memperkuat proposisi nilai dan kualitas layanan," kata Ivan.
Ivan kemudian menyebut nasabah prioritas di Bank Danamon saat ini kebanyakan datang dari kelompok pengusaha. Selain itu, banyak juga yang datang dari kalangan pegawai swasta dan pekerja profesional.
"Komposisi ini mencerminkan semakin luasnya daya tarik layanan Danamon Privilege di berbagai sektor serta relevansinya bagi kebutuhan finansial dan pengelolaan kekayaan lintas profesi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













