Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Jakarta telah rampung menyalurkan suntikan likuiditas berupa dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 1 triliun. Pun, bank masih menanti tambahan dana dari Kementerian Keuangan.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, dana SAL yang diterima pihaknya telah tersalurkan ke sektor-sektor produktif dalam waktu satu minggu.
“(Dana SAL) Rp 1 triliun pada waktu itu habis dalam waktu satu minggu untuk sektor produktif, khususnya di UMKM, dan itu juga sudah kami laporkan ke Kementerian Keuangan,” papar Agus dalam acara peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, ia mengaku terbuka dan siap untuk menerima mandat pemerintah selanjutnya, jika memang akan ada tambahan suntikan dana di kemudian hari.
Baca Juga: Kesiapan Modal Bank Nasional: Jaminan Ekspansi dan Ketahanan 2026
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya berencana menempatkan dana SAL sebesar Rp 10 triliun.
Kemudian, Pramono mengaku telah meminta tambahan sehingga dana SAL yang diterima Bank Jakarta bisa mencapai hingga Rp 20 triliun. Kini, setelah rampung menyalurkan dana SAL yang sudah diterima, pihaknya menanti dana tambahan yang telah dijanjikan sebelumnya.
“Sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota, waktu itu rencananya Rp 10 triliun, kemudian saya minta kalau bisa sampai Rp 20 triliun. Sekarang yang Rp 1 triliun sudah habis, kami menunggu mudah-mudahan janjinya segera datang,” kata Pramono.
Sebelumnya, Purbaya sempat memberikan tambahan dana SAL sebesar Rp 75 triliun ke sejumlah himbara, menyusul rampungnya penyaluran Rp 200 triliun yang telah diberikan lebih dulu. Namun, Purbaya menarik kembali dana tersebut dan mengalihkannya untuk belanja negara.
Pun, Purbaya mengaku penyaluran dana SAL yang ada belum memberikan dampak optimal.
“Saya tarik tapi langsung dibelanjain lagi. Harusnya lebih bagus karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah pusat maupun daerah,” kata Purbaya, Jumat (2/1/2026).
Selanjutnya: Trump Kembali Incar Greenland, Pemerintah Lokal dan Eropa Bereaksi
Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













