kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.714   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.543   21,23   0,33%
  • KOMPAS100 850   0,70   0,08%
  • LQ45 642   1,34   0,21%
  • ISSI 230   0,21   0,09%
  • IDX30 359   1,03   0,29%
  • IDXHIDIV20 438   1,16   0,26%
  • IDX80 97   0,11   0,12%
  • IDXV30 121   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 114   0,50   0,44%

Dapen BCA Pertimbangkan ETF Emas sebagai Instrumen Investasi, Tapi Porsinya Terbatas


Jumat, 28 Agustus 2026 / 13:07 WIB
Dapen BCA Pertimbangkan ETF Emas sebagai Instrumen Investasi, Tapi Porsinya Terbatas
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA mencermati kehadiran Exchange Traded Fund (ET) emas sebagai salah satu opsi diversifikasi portofolio investasi.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan ETF emas memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi fleksibilitas transaksi di bursa serta transparansi nilai sehingga bisa menjadi sarana lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak nilai tukar.

Meski begitu, dalam kondisi tingkat suku bunga acuan bank sentral yang masih relatif tinggi, penempatan investasi masih diprioritaskan pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang. Kedua instrumen ini dinilai mampu memberikan kepastian penerimaan arus kas rutin dan imbal hasil.

Baca Juga: Likuiditas Ketat, BJB Syariah Rem Ekspansi Pembiayaan hingga Akhir 2026

"Oleh karena itu, langkah institusi saat ini lebih berfokus pada pemantauan kedalaman likuiditas harian di pasar sekunder serta stabilitas pembentukan harga pasarnya sebelum mengambil keputusan alokasi portofolio secara formal," ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/8/26).

Sejalan dengan itu, salah satu pertimbangan menempatkan dana pada ETF emas adalah karakter emas yang tidak menghasilkan imbal hasil atau arus kas berkala seperti bunga surat utang maupun dividen saham.

Dengan begitu, untuk pengelola dana jangka panjang, investasi ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap untuk mendukung kepastian penerimaan arus kas rutin agar perusahaan bisa memenuhi pembayaran kewajiban berkala.

Kendati demikian, emas memiliki nilai positif sebagai aset dasar yang aman dengan harga yang transparan dan mengacu langsung pada harga emas dunia. Selain itu, emas dinilai efektif sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak nilai tukar. Karena itu, ETF emas tetap dipandang sebagai opsi pelengkap portofolio.

Namun, Budi membeberkan sejumlah risiko yang perlu diperhatikan saat memilih ETF emas sebagai instrumen investasi.

Salah satunya adalah potensi selisih antara harga unit ETF yang diperdagangkan di bursa dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) akibat dinamika permintaan dan penawaran harian, termasuk lonjakan harga spontan pada tahap awal peluncuran.

Risiko lainnya berkaitan dengan kedalaman likuiditas pasar sekunder yang sangat bergantung pada kapasitas permodalan dan kesiapan Dealer Partisipan dalam menyerap serta menyediakan unit penyertaan di pasar modal.

Baca Juga: BI Ungkap Penyaluran Kredit Bank Belum Optimal, Tapi Dunia Usaha Masih Tahan Ekspansi

Hal lain yang patut diperhatikan adalah berkaitan dengan rekam jejal, tata kelola, dan kapasitas Manajer Investasi dalam mengelola portofolio dan melakukan transaksi aset dasar. Ini perlu dicermati risiko operasionalnya karena menentukan tingkat ketepatan hasil investasi bagi para pemegang unit.

Ke depan, Budi menilai ETF emas memiliki potensi cukup baik sebagai instrumen diversifikasi pelengkap atau lindung nilai taktis. Hal ini didukung oleh korelasi yang cenderung rendah terhadap pergerakan saham dan obligasi sehingga dapat membantu meredam volatilitas portofolio ketika terjadi ketidakpastian makroekonomi global maupun fluktuasi nilai tukar.

Namun, porsi penempatan pada ETF emas diperkirakan tetap dikelola secara terukur dan terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×