Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki Desember 2025, kinerja perbankan makin diuji untuk mengejar target-target yang telah disusun sebelumnya. Satu hal yang kian pasti, pertumbuhan kinerja perbankan bisa dibilang tak akan sebaik tahun lalu. Bahkan, pertumbuhan dobel digit kian sulit.
Satu hal yang makin terlihat adalah pertumbuhan kredit perbankan. Di mana, hingga Oktober 2025 saja, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit bank hanya mengalami pertumbuhan sekitar 7,36% secara tahunan (YoY).
Hal tersebut juga tercermin dari kinerja sepuluh bank besar yang ada di Indonesia. Pada periode yang sama, hanya ada dua bank yang mampu mencatatkan pertumbuhan kredit atau pembiayaan hingga dobel digit, antara lain PT Bank Mandiri Tbk dengan tumbuh 11,08% YoY dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang tumbuh 13,01% YoY.
Dari sisi kinerja laba, bank-bank besar ini bahkan juga sedikit yang mampu mencatatkan pertumbuhan laba hingga dobel digit. Misalnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang tumbuh 13,73% YoY dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang tumbuh 10,53% YoY.
Bahkan, ada juga bank-bank besar yang masih mencatatkan penurunan laba setidaknya hingga Oktober 2025. Mereka adalah Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang masing-masing turun 9,7% YoY dan 6,35% YoY.
Baca Juga: Kuartal III-2025 Berakhir, Kinerja Mayoritas Emiten Big Banks Diproyeksi Lesu
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan saat ini memang sedang ada pertumbuhan yang melambat, tidak hanya di bank yang ia pimpin namun juga terjadi di industri. Hanya saja, ia melihat kinerja bank berlogo pita emas ini masih sesuai target yang sudah dicanangkan.
“Kredit masih dalam perkiraan kami tumbuh di kisaran 11,5% hingga 12%,” ujar Riduan kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, Riduan mengatakan kinerja bank berlogo pita emas ini juga tidak akan beda jauh di tahun depan. Namun, ia tetap optimis masih mampu untuk mengupayakan pertumbuhan kredit hingga dobel digit.
Ia menegaskan sebagai bank dengan penyaluran kredit yang besar di antara bank-bank besar lainnya, Bank Mandiri juga ingin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya, pertumbuhan kreditnya juga akan sama pada tahun 2025 ini.
“Kami optimistis dan mungkin agak sama dengan tahun ini,” ujar Riduan.
Baca Juga: Kinerja Sejumlah Perbankan Mulai Membaik, Cermati Saham Pilihan Analis
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo optimis menutup tahun ini dengan baik. Hal ini sejalan dengan berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah yang harapannya juga mendorong daya konsumsi masyarakat, baik likuiditas maupun akses pembiayaan.
Ia menjelaskan fokus bisnis BSI di akhir tahun ini tetap pertumbuhan yang sehat dan sustain dengan basis fokus produk berbasis emas dan haji. Mengingat, bisnis emas terbukti cukup efektif sebagai game-changer baru di BSI.
“Penguatan dana murah juga terutama tabungan haji yang menjadi keunikan bank syariah,” jelasnya.
Dari sisi kinerja saham, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus bilang ada harapan terjadinya window dressing yang bisa membuat saham-saham bank kembali pulih. Terlebih, kinerja saham bank sudah cukup tertekan sejak awal tahun.
Tak hanya itu, di bulan terakhir ini, Nico melihat bank-bank akan terus berupaya untuk memperbaiki kinerja sebagai pamungkas pada tahun 2025 ini. Bukan tidak mungkin, ada polesan-polesan yang dilakukan agar kinerja bank terlihat baik.
“Kami hanya berharap transmisi kebijakan moneter itu bisa lebih dipercepat dilakukan oleh bank,” pungkasnya.
Baca Juga: Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas hingga 4%, Persaingan Perbankan Kian Ketat
Selanjutnya: Bantuan Belum Sampai, Warga Barus Hadapi Krisis Pasca-Banjir
Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













