kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Dibayangi corona, premi asuransi jiwa terancam turun


Jumat, 20 Maret 2020 / 19:50 WIB
Dibayangi corona, premi asuransi jiwa terancam turun


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Mengantisipasi hal itu, BRI Life fokus pemasaran secara digital. Sayangnya, kanal ini hanya bisa memasarkan produk-produk yang sederhana. Sementara unitlink masuk kategori komplek sehingga diperlukan tatap muka untuk konsultasi produk. Hingga saat ini, unitlink berkontribusi sekitar 30%-40% dari total premi BRI Life.

PT BNI Life Insurance juga senada. Direktur BNI Life Neny Asriany mengatakan, pemasaran produk secara digital hanya bisa dilakukan untuk produk sederhana seperti asuransi kecelakaan diri. Sedangkan produk lainnya harus melalui konsultasi (consultative selling) seperti unitlink agar tidak terjadi miss selling atau salah jual.

Baca Juga: Ingat, klaim asuransi kendaraan bisa ditolak jika melanggar rambu lalu lintas

Ia pun memperkirakan akan terjadi potensi penurunan premi unitlink dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi tidak mudah mengubah pola penjualan produk yang harus melalui konsultasi lebih dulu.

“Tapi kami harus tetap memenuhi (comply) dengan aturan regulator. Kami mengupayakan penjualan produk lainnya lewat channel marketing misalnya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×