kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,31   5,35   0.60%
  • EMAS935.000 -0,53%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Dipenjara karena pakai uang salah transfer BCA, begini nasib 3 anak balita Ardi


Minggu, 28 Februari 2021 / 13:29 WIB
Dipenjara karena pakai uang salah transfer BCA, begini nasib 3 anak balita Ardi
ILUSTRASI. Nasib Ardi yang dipenjara karena pakai uang salah transfer BCA, tiga anak masih balita tak bisa sekolah dan berobat.

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Kasus salah transfer BCA ke rekening seorang warga Surabaya, Jawa Timur Ardi Pratama berbuntut panjang. Sebab, Ardi kini harus mendekam di penjara setelah menggunakan uang transferan yang dikiranya sebagai komisi penjualan mobil tersebut. 

Imbasnya, istri dan tiga anak Ardi yang rata-rata masih berusia balita kini harus terseok-seok untuk bertahan hidup. Mereka bahkan mengandalkan bantuan tetangga untuk bisa makan. 

3 anak masih balita, istri tak kerja

Ardi Pratama memiliki satu istri bernama Devi serta tiga anak yang masih kecil. Adik kandung Ardi, Tio Budi Satrio mengatakan, anak sulung Ardi berusia 5 tahun, anak keduanya 4 tahun dan si bungsu berusia 2 tahun. 

Sang istri selama ini tidak bekerja lantaran harus menjaga anak-anaknya.  Sedangkan sang ayah, Ardi yang bekerja sebagai makelar mobil kini harus mendekam di penjara karena kasus salah transfer. 

Praktis, keluarga itu kini tak lagi memiliki pemasukan semenjak tulang punggung keluarga harus berhadapan dengan proses hukum. 

Baca Juga: Penjelasan Bank BCA terkait nasabah yang dilaporkan ke polisi terkait salah transfer

Tidak bisa sekolah hingga tak mampu berobat 

Tio menjelaskan, kondisi itu kian parah setelah anak Ardi sempat mengalami sakit. Keluarga tersebut tidak memiliki uang untuk membawa anak Ardi berobat.  "Tiga anaknya sempat sakit dan harus dibawa ke dokter tapi tak ada duit," tutur Tio. 

Sedangkan, sang anak sulung yang seharusnya masuk ke taman kanak-kanak pun tidak bisa bersekolah lantaran kondisi orangtuanya.  Tak hanya itu, istri Ardi harus bergantung pada pinjaman dan bantuan tetangga hingga keluarga untuk bertahan hidup dengan tiga anak balitanya.

Sudah berniat kembalikan tapi ditolak 

Ardi sebelumnya diketahui mendapatkan transferan uang sejumlah Rp 51 juta ke rekeningnya.  Ia mengira uang tersebut ialah komisi penjualan mobil sehingga Ardi yang bekerja sebagai makelar mobil menggunakan uang itu untuk kebutuhan dan membayar utang. 

Ternyata uang itu ialah uang saah transfer dari seorang petugas back office BCA KCP Citraland berinisial NK. 

Meski berusaha mengembalikan uang, Ardi mendapatkan penolakan hingga dilaporkan ke polisi. Hal ini pun membuat keluarga Ardi kebingungan. Pihak bank justru terkesan menghalang-halangi niat Ardi yang ingin mengembalikan uang. 

"Mohon dipertimbangkan lagi, sebelumnya bulan Oktober, kami sudah berniat baik untuk mengembalikan utuh, full. Tapi nyampek BCA malah ditolak dan diarahkan langsung ke personal," kata dia. 

Baca Juga: Kata BCA soal kasus nasabah yang menggunakan dana salah transfer senilai Rp 51 juta

Menjadi terdakwa gara-gara uang salah transfer Ardi kini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. Akibat menggunakan uang salah transfer ke rekeningnya, Ardi kini menjadi terdakwa dan dianggap melanggar Pasal 855 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 dan TPPU UU Nomor 4 Tahun 2010. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×