kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Diprediksi incar Bank Permata untuk diakuisisi, ini kata manajemen Bank Mandiri


Selasa, 29 Januari 2019 / 16:08 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengamat pasar memprediksi PT Bank Mandiri Tbk tengah membidik salah satu bank menengah alias BUKU III di Tanah Air. Kabarnya, bank bersandi emiten bursa BMRI tersebut tengah melirik PT Bank Permata (BNLI) sebagai incaran.

Prediksi ini merupakan lanjutan dari pernyataan Bank Mandiri yang berencana membeli satu bank menengah dengan fokus bisnis UKM, lantaran memiliki kelebihan modal mencapai Rp 30 triliun. Kriteria tersebut dinilai oleh pengelola dana di pasar modal cocok dengan Bank Permata.

Sebab, Bank Permata saat ini tercatat menduduki posisi sebagai BUKU III dengan modal inti di kisaran Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun. Selain itu Bank Permata juga fokus di sektor UKM sebagai mesin penopang kredit dengan kontribusi sebesar 48% terhadap portofolio kredit perseroan. 

Pun, dari sisi kapitalisasi pasar (market cap) BNLI relatif sesuai yakni mencapai Rp 29 triliun.

Namun, hal tersebut dibantah oleh pihak Manajemen Bank Mandiri. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menyebut kalau saat ini pihaknya belum memastikan nama bank yang akan diakuisisi.

"Belum ada spesifik bank yang kita sasar," ujarnya saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Selasa (29/1). 

Sebagai informasi, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam artikel yang dimuat Kontan.co.id, Senin (29/1) lalu menuturkan kriteria calon bank yang hendak dicaplok harus melengkapi lini bisnis Bank Mandiri yang belum mumpuni.

Misalnya di segmen small medium enterprise (SME) khususnya bank yang punya nilai tambah di sisi trading segmen dan value chain. "Yang agak menantang di Indonesia ini, karena masih banyak bank asing juga yang berkinat (akusisi) sehingga valuasinya masih tinggi. Tentu kami akan mempertimbangkan soal valuasi juga yang sesuai dengan kemampuan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×