kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ditargetkan berjalan dalam lima tahun ke depan, BNI aplikasikan teknologi blockchain

Selasa, 09 Oktober 2018 / 17:40 WIB

Ditargetkan berjalan dalam lima tahun ke depan, BNI aplikasikan teknologi blockchain
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi bank pertama di Indonesia yang menjajaki penggunaan teknologi blockchain pada sektor perbankan. BNI sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan penyedia teknologi blockchain seperti Ripple, IBM, dan Oracle.

Indra Gunawan, Wakil Pemimpin Divisi Solusi & Keamanan Teknologi Informasi BNI mengatakan BNI memang belum bekerjasama secara resmi dengan perusahaan-perusahaan tersebut dalam hal penyediaan teknologi blockchain. Tetapi, yang dilakukan adalah sharing informasi terkait aplikasi blokchain yang dimiliki perusaaan-perusahaan tersebut dan bagaimana kemungkinan penerapanannya pada perbankan, seperti misalnya pembayaran lintas negara (cross border) dan Know Your Customer (KYC).


Indra mengatakan implementasi blockchain di BNI memang masih panjang. "Tetapi secara corporate plan dalam lima tahun itu harus sudah ada teknologi blockchain yang bisa kita gunakan," ujarnya saat ditemui pada acara Blockchain Application and Economic Forum 2018 yang digalar Kadin Indonesia dan Olifen Global Indonesia di Jakarta, Selasa (9/10).

Indra juga belum bisa memastikan penerapan teknologi ini di BNI nanti seperti apa. "Itu yang kita lagi cari, bisnis apa yang bisa langsung dipakai dan bisa langsung impact," ujarnya.

Salah satu kemungkinan penerapannya nanti pada remitansi. Karena itu, BNI sudah menjalin komunikasi dengan Ripple, penyedia teknologi blockchain yang fokus pada pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri juga mendorong perbankan untuk menjajaki penggunaan teknologi blockchain dalam operasional bisnis mereka. 

Tetapi, menurut Roberto Akyuwen, Analis Eksekutif Senior pada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV, bank harus memasukan dalam rencana bisnis mereka dan melaporkan ke OJK bila menggunakan teknologi blockchain.

Namun, sejauh ini, menurut Roberto, belum ada bank yang secara formal memasukan rencana aplikasi teknologi blockchain pada rencana bisnis bank (RBB). Tetapi, Roberto yakin sejumlah bank sudah mulai mendalami penggunaan teknolologi blockchain. "Teknologi itu akan masif diterpakan, itu apabila kemanfaatannya semakin jelas," ujarnya.

Salah satu manfaat yang bisa didapatkan bank dari teknologi blockchain, menurutnya adalah akan mengurangi biaya operasional secara signifikan (BOPO), memperluas jangkauan dan mempermudah pengelolaan data dalam jumlah besar.

Ia menegaskan, yang didukung oleh OJK adalah blockchain sebagai teknologi atau instrumen yang mempermudah bisnis bank. Tetapi, bukan aplikasi blockchain yang menghasilan alat pembayaran seperti cryptocurrency.


Reporter: Petrus Dabu
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0733 || diagnostic_web = 0.3074

Close [X]
×