kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dividen turun, Mandiri genjot kredit infrastruktur


Senin, 23 April 2012 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Cara mudah mengenalkan konsep ekonomi dasar pada anak dengan permainan ini. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Dengan turunnya rasio pembayaran dividen tahun ini menjadi 20%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) optimistis target pertumbuhan kredit di kisaran 20%-22% bisa tercapai sambil menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di atas 12%.

"Batas maksimum pemberian kredit Bank Mandiri juga akan terjaga, malah bisa meningkat. Ekspansi bisa kami tingkatkan. Termasuk di sektor infrastruktur," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Senin (23/4).

Ia menyebutkan beberapa proyek infrastruktur yang berpotensi yang dibiayai Bank Mandiri antara lain pembangunan pelabuhan, lapangan terbang, jalan tol, rel kereta api. Contohnya, rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun jalur ke bandara Soekarno Hatta dan pembangunan perlintasan kereta api pengangkut batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim (Sumatera Selatan).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi menambahkan, Mandiri cukup aktif melakukan pembiayaan infrastruktur, khususnya proyek-proyek yang termasuk Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI). Potensi pembiayaan yang bisa dikucurkan Mandiri untuk proyek-proyek tersebut secara bertahap berkisar Rp 25 triliun - Rp 30 triliun.

"Infrastruktur masuk kredit jangka panjang dengan tenor 7-10 tahun. Penarikannya bisa bertahap. Pola ini bisa mendukung pertumbuhan sustainable Mandiri," ujar Riswinandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×