kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Dorong Peningkatan Jumlah Peserta, DPLK AXA Mandiri Terapkan Sejumlah Strategi Ini


Jumat, 16 Januari 2026 / 22:47 WIB
Dorong Peningkatan Jumlah Peserta, DPLK AXA Mandiri Terapkan Sejumlah Strategi Ini
ILUSTRASI. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan jumlah kepesertaan, termasuk membidik pekerja sektor informal.

Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Uke Giri Utama mengatakan, strategi utama perseroan adalah peningkatan kualitas layanan melalui digitalisasi, baik pada proses operasional maupun layanan kepada peserta.

“Kami akan menyediakan pilihan produk pensiun yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memanfaatkan layanan digital agar proses pendaftaran dan pembayaran iuran menjadi lebih cepat dan tidak rumit,” ujar Uke kepada Kontan.co.id, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: OJK Temukan Indikasi Fraud di Kasus DSI, Kerugian Lender Capai Rp 1,41 Triliun

Selain itu, DPLK AXA Mandiri juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, lembaga keuangan, regulator, hingga pelaku teknologi.

Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program dana pensiun.

Dari sisi edukasi, perseroan akan memperkuat sosialisasi dengan pendekatan yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Uke menekankan, dana pensiun tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan di masa tua, tetapi juga sebagai sarana investasi jangka panjang dengan kinerja yang berkelanjutan.

Khusus untuk pekerja sektor informal, DPLK AXA Mandiri menyiapkan pendekatan yang mengedepankan kemudahan dan fleksibilitas.

Baca Juga: Pemkot Yogya Gandeng GoPay Digitalisasi Musisi Malioboro

Strategi tersebut mencakup penyediaan produk pensiun dengan iuran yang dapat disesuaikan dengan tingkat pendapatan, pemanfaatan platform digital untuk mempermudah pendaftaran dan pembayaran, serta penyederhanaan persyaratan administrasi.

“Edukasi juga akan dilakukan dengan cara yang ringan dan praktis agar pekerja informal lebih memahami manfaat tabungan pensiun dan merasa yakin untuk bergabung. Sosialisasi ini akan kami lakukan melalui berbagai saluran digital yang dimiliki DPLK AXA Mandiri,” jelasnya.

Uke menambahkan, perseroan akan terus menggelar kegiatan literasi keuangan di berbagai daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan dana pensiun.

Dengan pendekatan yang inklusif, ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlindungi secara finansial di masa pensiun.

Baca Juga: Big Banks Pimpin Penguatan Sektor Perbankan, Cek Saham yang Menarik Dikoleksi

Hingga Desember 2025, jumlah peserta DPLK AXA Mandiri tercatat berasal dari lebih dari 554 perusahaan dengan total pekerja terdaftar mencapai 237.137 orang. Total dana pensiun yang dikelola perseroan telah melampaui Rp 16 triliun.

“Kami akan terus berinovasi dan memperkuat komitmen untuk memberikan perlindungan finansial jangka panjang bagi seluruh peserta,” kata Uke.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, OJK mendorong perluasan kepesertaan dana pensiun, khususnya di sektor pekerja informal, melalui pendekatan yang komprehensif.

Dari sisi regulasi, Ogi menuturkan OJK telah menyiapkan kerangka pengaturan dan ketentuan turunan untuk mendukung perluasan pasar dana pensiun, termasuk bagi pekerja informal.

Sementara dari sisi pengembangan industri, OJK mendorong DPLK memperkuat digitalisasi layanan agar produk dana pensiun semakin mudah diakses.

Baca Juga: Premi Asuransi Kesehatan Berubah: OJK Tetapkan Aturan Baru Risk Sharing

“OJK juga mendorong kolaborasi dengan sektor jasa keuangan lain seperti perbankan, pasar modal, dan fintech, agar produk dana pensiun terintegrasi dengan ekosistem layanan keuangan yang telah ada,” ungkap Ogi dalam jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (27/12).

Selain itu, OJK mendorong industri dana pensiun menjangkau komunitas pekerja informal serta memperkuat literasi dan edukasi keuangan, termasuk melalui rencana inisiatif Bulan Pensiun Nasional yang akan dimulai pada 2026.

Sebagai catatan, data statistik OJK menunjukkan jumlah peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan masih tumbuh terbatas, naik 2,84% menjadi 3,98 juta orang per Oktober 2025.

Selanjutnya: Rekap Hasil Pertandingan M7 MLBB Swiss Stage Day 6, Onic Masih Bertahan!

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×