kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemkot Yogya Gandeng GoPay Digitalisasi Musisi Malioboro


Jumat, 16 Januari 2026 / 20:26 WIB
Pemkot Yogya Gandeng GoPay Digitalisasi Musisi Malioboro
ILUSTRASI. QRIS GoPay Merchant (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng GoPay untuk mendigitalisasi musisi jalanan di kawasan Malioboro. Program ini dijalankan melalui Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, sebagai bagian dari upaya mendukung Malioboro sebagai sumbu filosofi Yogyakarta yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Melalui kolaborasi ini, musisi jalanan kini dapat menerima apresiasi secara non-tunai menggunakan QRIS dari aplikasi GoPay Merchant. Fitur tersebut memungkinkan musisi mencairkan dana kapan saja ke rekening bank mana pun tanpa dikenakan biaya.

Head of GoPay Merchants, Haryanto Tanjo, mengatakan inisiatif ini sejalan dengan misi GoPay dalam memperluas akses layanan keuangan, termasuk bagi pekerja harian dan pelaku usaha kecil. 

Baca Juga: GoPay Ramaikan IBL 2026 Lewat Fitur Digital

“Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun ekosistem digital terintegrasi, salah satunya melalui implementasi QRIS dan transaksi non-tunai dengan teknologi GoPay Merchant,” ujar Haryanto dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Digitalisasi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif di Malioboro. Dengan sistem pembayaran yang lebih modern, musisi jalanan dapat mengelola keuangan secara mandiri sekaligus meningkatkan visibilitas mereka dalam rantai ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menegaskan bahwa Malioboro tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga ruang hidup bagi para seniman lokal. 

“Lewat digitalisasi ini, kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif. Harapannya, musisi jalanan dapat meningkatkan penerimaan apresiasi seiring kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai,” jelasnya.

Baca Juga: GoPay Hadirkan Program Jaminan Saldo Kembali

Langkah ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan transaksi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY mencatat, hingga September 2025 nilai transaksi QRIS di wilayah tersebut mencapai Rp41,09 triliun, melonjak 237,19% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Volume transaksi meningkat menjadi 486 juta kali atau tumbuh 274,01% secara tahunan, dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 980.591 orang dan lebih dari 987.737 merchant aktif.

Selanjutnya: CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×