kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

DPK Valas BRI Tumbuh 9,82% per Mei 2026


Rabu, 24 Juni 2026 / 14:47 WIB
DPK Valas BRI Tumbuh 9,82% per Mei 2026
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Online (Dok. BRI/BRI)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,61% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Mei 2026. Di tengah fluktuasi nilai tukar, DPK valuta asing (valas) perseroan juga menunjukkan pertumbuhan positif.

Head of Liquidity and Funding Management Group BRI Teguh Sulistyono mengungkapkan, DPK valas BRI tumbuh 9,82% yoy hingga Mei 2026. Meski demikian, kontribusi DPK valas terhadap total simpanan masih relatif terbatas dibandingkan dana dalam rupiah.

"DPK valas BRI tumbuh sekitar 9,82%. Namun porsi DPK valas kami memang tidak terlalu besar karena BRI merupakan bank yang fokus pada segmen mikro, sehingga konsentrasi utama tetap pada DPK rupiah," ujar Teguh menjawab pertanyaan Kontan belum lama ini.

Ia menjelaskan, DPK rupiah BRI hingga Mei 2026 tercatat tumbuh 8,38% yoy. Perseroan juga tetap menjaga laju penghimpunan dana secara selektif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

Menurut Teguh, BRI tidak berupaya menghimpun dana secara agresif, melainkan lebih mengedepankan efisiensi biaya dana (cost of fund). Karena itu, pertumbuhan DPK dijaga sejalan dengan kebutuhan penyaluran kredit.

Terkait pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Teguh menilai kondisi tersebut belum memberikan dampak berarti terhadap pertumbuhan simpanan valas BRI.

Ia mengatakan, transaksi penukaran valas di segmen ritel juga belum menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan akibat sentimen nilai tukar. Dengan demikian, belum terlihat indikasi masyarakat beralih menyimpan dana dalam valas untuk tujuan spekulatif.

"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda pelemahan rupiah yang berdampak terhadap pertumbuhan DPK valas. Transaksi tukar valas ritel juga tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan," katanya.

Teguh menambahkan, pertumbuhan DPK valas lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan intermediasi perbankan, yakni menyesuaikan penghimpunan dana dengan kebutuhan penyaluran kredit. Mengingat mayoritas portofolio kredit BRI masih berbasis rupiah, kebutuhan pendanaan valas juga relatif terbatas.

"Basis penyaluran kredit kami mayoritas dalam rupiah, sehingga kebutuhan penghimpunan dana juga mengikuti struktur kredit tersebut," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×