Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan kembali menguat pada Mei 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan DPK mencapai Rp 9.698,7 triliun atau tumbuh 10,8% secara tahunan (year on year / yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,5% yoy.
Berdasarkan data BI, akselerasi pertumbuhan DPK ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA), terutama giro dan tabungan.
Pertumbuhan giro tercatat mencapai 20,4% yoy pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 15,9% yoy. Sementara itu, tabungan tumbuh 10,2% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 8,9% yoy.
Baca Juga: AAUI: Mandat UU P2SK Soal Penjaminan Polis Asuransi Dapat Berdampak Positif
Di sisi lain, simpanan berjangka atau deposito masih tumbuh lebih lambat. Hingga Mei 2026, deposito tumbuh 3,5% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang mencapai 4,6% yoy.
Secara nominal, total giro per Mei 2026 tercatat sebesar Rp 3.219,6 triliun, tabungan Rp 3.165,1 triliun, dan simpanan berjangka Rp 3.314 triliun.
Berdasarkan jenis mata uang, pertumbuhan DPK rupiah tercatat sebesar 9,6% yoy menjadi Rp 8.113,7 triliun pada Mei 2026. Sementara DPK valas tumbuh lebih tinggi, yakni 17,8% yoy menjadi Rp 1.585,1 triliun.
Pertumbuhan DPK valas terutama ditopang oleh simpanan berjangka valas yang naik 27,9% yoy menjadi Rp 459 triliun. Adapun tabungan valas tumbuh 29,9% yoy menjadi Rp 260,9 triliun, sedangkan giro valas hanya meningkat tipis 1% yoy menjadi Rp 873,2 triliun.
Dari sisi segmen nasabah, penghimpunan dana korporasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan DPK perbankan. DPK korporasi tumbuh 18,6% yoy menjadi Rp 5.012,3 triliun pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 16,2% yoy.
Sementara itu, DPK perorangan tumbuh 3,5% yoy menjadi Rp 4.203,3 triliun, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3% yoy.
Adapun DPK dari kelompok nasabah lainnya tercatat tumbuh 3,5% yoy menjadi Rp 483,1 triliun.
Baca Juga: Kredit Konstruksi Masih Tumbuh Tinggi, Tapi Perbankan Perlu Waspada Kenaikan NPL
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














