kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.207
  • IDX 7.285   -42,48   -0,58%
  • KOMPAS100 1.135   -6,86   -0,60%
  • LQ45 913   -7,71   -0,84%
  • ISSI 218   -0,65   -0,30%
  • IDX30 454   -4,27   -0,93%
  • IDXHIDIV20 544   -4,82   -0,88%
  • IDX80 128   -0,99   -0,77%
  • IDXV30 127   -0,26   -0,20%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,98%

Dugaan data nasabahnya bocor, ini kata Bank BRI


Senin, 05 Maret 2018 / 19:25 WIB
Dugaan data nasabahnya bocor, ini kata Bank BRI
ILUSTRASI. Teller Bank Rakyat Indonesia (BRI)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memberikan penjelasan terkait dugaan bocornya data nasabahnya. Seorang nasabah mengingatkan nasabah Bank BRI berhati-hati karena data pribadi miliknya sempat diketahui oknum penipu, seperti ditulisnya pada surat pembaca KONTAN, Senin (5/3).

Kasus bocornya data pribadi nasabah BRI ini agak unik lantaran oknum mengetahu cukup detail, seperti nama, nomor rekening, nomor kartu ATM, masa berlaku kartu, dan nama ibu kandung.

Dugaan bocornya data nasabah ini diketahui setelah Yuli Purwanto ditelpon orang yang mengatasnamakan BRI. Awalnya Yuli percaya bahwa penelepon adalah customer service Bank BRI.

Sampai Yuli curiga bahwa penelepon menanyakan 3 digit angka dibelakang kartu ATM. Tiga angka ini adalahkode khusus untuk verifikasi saat transaksi kartu kredit yang sifatnya rahasia.

Bambang Tribaroto, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan BRI mengatakan, bank tidak pernah memberikan data nasabah kepada siapapun melalui media apapun.

"Bank BRI tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti 3 digit angka di belakang kartu atau one time password melalui telepon, sms atau email," kata Bambang kepada kontan.co.id, Senin (5/3).

Kebocoran data nasabah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya melalui transaksi online, penggunaan kartu kredit saat melakukan transaksi di mesin EDC serta melalui social engineering.

Bambang bilang nasabah harus lebih berhati-hati dalam melakukan pendaftaran akun atau ketika bertransaksi pada situs e-commerce.

"Apalagi ketika transaksi harus mencantumkan data pribadi," kata Bambang kepada kontan.co.id, Senin (5/3).

Selain itu, BRI berharap agar tidak menggunakan WiFi publik untuk koneksi data internet. Selain itu nasabah juga diminta hati-hati ketika melakukan swipe kedua kalinya di keyboard komputer maupun mesin cash register kasir.

Diharapkan, nasabah juga melakukan pengkinian anti virus perangkat komputer, serta tidak menginformasikan kerahasiaaan data kepada orang lain atau yang mengatasnamakan BRI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×