CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Duh, Dapen Angkasa Pura I mengeluhkan investasinya di Jababeka (KIJA) tak tumbuh


Kamis, 25 Juli 2019 / 10:53 WIB


Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

Sebagai pembanding, Sugeng bilang, saham Deltamas (DMAS) sudah divaluasi oleh market dengan dua kali nilai buku alias book value.

Sedangkan harga saham KIJA hanya di kisaran Rp 300 per saham. Itu baru satu bulan terakhir. Lebih sering, harga saham KIJA berada di rentang Rp 200-Rp 250 per saham.

Padahal, jika berbicara nilai buku, harga saham KIJA semestinya sudah di atas Rp 1.000 per saham. Tanjung Lesung saja, Sugeng bilang, jika divaluasi bisa mencapai Rp 10 triliun.

Baca Juga: Tiga Kontraktor Ikut-Ikutan Menolak Pergantian Direktur Utama Jababeka (KIJA)

Kapitalisasi pasar KIJA, Sugeng bilang, saat ini hanya sekitar Rp 6,5 triliun. Ini berbeda jauh dengan kapitalisasi pasar Deltamas yang sudah mencapai sekitar Rp 13 triliun.

Karena itu, Sugeng mengatakan, penunjukkan Sugiharto dan Aries Liman sangat relevan karena keduanya memiliki pengalaman dan hubungan yang sangat luas.

Menurut Sugeng, pergantian direksi di perusahaan merupakan hal biasa, bukan pengambilalihan. Karena itu, Sugeng mendukung agar pemegang saham menyetujui usulan tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Iwan Margana Jagokan Mantan Menteri BUMN Sugiharto sebagai Dirut Jababeka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×