CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Duh, Dapen Angkasa Pura I mengeluhkan investasinya di Jababeka (KIJA) tak tumbuh


Kamis, 25 Juli 2019 / 10:53 WIB
Duh, Dapen Angkasa Pura I mengeluhkan investasinya di Jababeka (KIJA) tak tumbuh

Reporter: Herry Prasetyo | Editor: Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Angkasa Pura I mengeluhkan invetasinya di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).

Setelah sekitar lima tahun membiakkan dana di saham Jababeka (KIJA), Dapen Angkasa Pura I sering terkena protes gara-gara pertumbuhan investasinya lambat.

Keluhan tersebut disampaikan Sugeng Santoso, perwakilan Dapen Angkasa Pura I, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Jababeka yang digelar pada 26 Juni lalu.

Mengutip salinan akta berita acara RUPST Jababeka yang dibuat oleh Notaris Yualita Widyadhari, Sugeng pada awalnya mengungkapkan kebanggaannya sebagai pemegang saham Jababeka.

Baca Juga: Kisruh Penunjukan Sugiharto Berujung Gugatan, Ini Debat Panas RUPS Jababeka (KIJA) premium

Sugeng bilang, Dapen Angkasa Pura 1 telah berinvestasi di Jababeka selama kurang lebih empat hingga lima tahun. Dalam periode itu, banyak berita bagus mengenai Jababeka, baik itu mengenai kawasan industri maupun Tanjung Lesung.

Sayangnya, Sugeng bilang, pertumbuhan investasi Dapen Angkasa Pura 1 di Jababeka lambat. "Kami ini setiap tahun divaluasi harga saham. Kami di dana pensiun sering terkena protes," ujar Sugeng.

Setiap tahun, Sugeng bilang, Dapen Angkasa Pura 1 meyakinkan bahwa Jababeka merupakan perusahaan yang bagus dan memiliki prospek.

Namun, kenyataannya, market selalu benar. "Harga saham KIJA tidak ke mana-mana," kata Sugeng.

Baca Juga: Pemegang Saham Jababeka (KIJA) Mengajukan Gugatan Hukum

Sebagai pembanding, Sugeng bilang, saham Deltamas (DMAS) sudah divaluasi oleh market dengan dua kali nilai buku alias book value.

Sedangkan harga saham KIJA hanya di kisaran Rp 300 per saham. Itu baru satu bulan terakhir. Lebih sering, harga saham KIJA berada di rentang Rp 200-Rp 250 per saham.

Padahal, jika berbicara nilai buku, harga saham KIJA semestinya sudah di atas Rp 1.000 per saham. Tanjung Lesung saja, Sugeng bilang, jika divaluasi bisa mencapai Rp 10 triliun.

Baca Juga: Tiga Kontraktor Ikut-Ikutan Menolak Pergantian Direktur Utama Jababeka (KIJA)

Kapitalisasi pasar KIJA, Sugeng bilang, saat ini hanya sekitar Rp 6,5 triliun. Ini berbeda jauh dengan kapitalisasi pasar Deltamas yang sudah mencapai sekitar Rp 13 triliun.

Karena itu, Sugeng mengatakan, penunjukkan Sugiharto dan Aries Liman sangat relevan karena keduanya memiliki pengalaman dan hubungan yang sangat luas.

Menurut Sugeng, pergantian direksi di perusahaan merupakan hal biasa, bukan pengambilalihan. Karena itu, Sugeng mendukung agar pemegang saham menyetujui usulan tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Iwan Margana Jagokan Mantan Menteri BUMN Sugiharto sebagai Dirut Jababeka




TERBARU

Close [X]
×