Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi sebagian orang masa pensiun adalah momok yang sangat menakutkan. Pasalnya, banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, mengingat saat menjadi pegawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbiasa hidup nyaman dengan rutinitas di kantor dan gaji bulanan, setelah pensiun akan kehilangan rutinitas dan pastinya gaji yang berkurang.
Untuk itu, baik PNS, pegawai BUMN/BUMD, atau karyawan swasta perlu mempersiapkan diri baik secara mental maupun finansial memasuki masa pensiun. Beranjak dari itu semua, Duta Sukses menggelar pembekalan manajemen keuangan bersama pensiunan PNS Kementerian, dipandu oleh Coach Yudi Candra, di Bangi Kopi, Pasar Minggu, Jakarta, Jum’at (24/12).
Yudi Candra mengatakan, ada sindrom atau ketakutan pada setiap diri orang saat memasuki masa pensiun, karena mereka terbiasa hidup nyaman dengan gaji tanpa harus berpikir ekstra untuk memenuhi kebutuhan baik diri dan keluarganya. Tapi, akan berbeda saat pensiun pendapatan akan turun sekitar 75% dari sebelum pensiun.
“Penting untuk manajemen keuangan sebelum memasuki masa pensiun, mulai dari menyisihkan pendapatan selama masih bekerja atau bagaimana untuk mengelola untuk memulai usaha,” kata Yudi Candra yang juga CEO Duta Sukses dalam keterangannya, Senin (27/12).
Baca Juga: JHT Bisa Dicairkan Sebagian Sebesar 10% dan 30%, Ini Ketentuannya
Adapun lanjut Yudi, waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri bagi pegawai sekitar 10 tahun, atau minimal 5 tahun sebelum masa pensiun. “Minimal sekitar 5 tahun sebelum masuk purna sudah mempersiapkan diri, jadi sebelum masa purna sudah siap, terutama jika ingin memulai usaha” tambahnya.
Karena itu, sambung Yudi, untuk memulai sebuah usaha tidaklah mudah. Harus ada kesiapan modal, baik modal finansial maupun modal mental. Disamping itu, dalam bisnis atau usaha perlu ada kontrol, sistem, dan manajemen.
“Waktu yang tepat untuk memulai usaha minimal sekitar 3 tahunan sebelum pensiun jadi setelah pensiun sudah masuk pensiun semua sudah berjalan,” sambungnya.
Namun begitu, masih menurut Yudi, hampir mayoritas pegawai tidak melakukan itu semua. Dan saat masuk pensiun baru memulai dan hampir 90% yang memulai bisnis atau usaha gagal. “Banyak yang memulai usaha tapi gagal,” ujarnya.
Baca Juga: JHT bisa dicairkan sebagian sebelum usia 56 tahun, sudah tahu ketentuannya?
Untuk itu, Yudi berpesan, kepada pemerintah agar punya program khusus seperti training, seminar atau apa pun jenis nya terhadap para pegawai agar bisa mempersiapkan diri dan mau usaha apa saat sudah memasuki masa purna. Baik yang pegawai negeri maupun karyawan swasta.
“Saat ini pemerintah hanya fokus pada yang muda, yang usia tua kurang diperhatikan,” tuturnya.
Hal itu pun dirasakan oleh Damar Sugianto, pensiunan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dia menyebut memulai usaha di masa tua memang tidaklah mudah. Selain fisiknya yang tidak muda lagi, minimnya pengalaman menjadikan usahanya sering gagal. “Sering mencoba-coba bisnis, tapi selalu gagal,” ungkapnya.
Atas apa yang dia rasakan pun, dia memberi pesan agar yang masih bekerja atau menjabat untuk bisa mempersiapkan diri lebih dini. “Berkaca pada pengalaman saya pribadi, bagi yang masih bekerja tidak ada salahnya untuk belajar dari sekarang. Bisa ikut seminar, training usaha jika memang ada usaha yang diminati, bisa dimulai dari kecil dulu,” katanya.
Baca Juga: Bisa dicairkan 10% dan 30%, ini syarat dan cara mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan
Ditempat yang sama, S. Wahyu Sudrajad, Pensiuanan dari Ditjen HAM, Kemkumham, menceritakan, kalau semua keluarganya adalah PNS, dia menyebut tidak ada yang menularkan virus bisnis. Sehingga saat masih menjadi pegawai tidak memikirkan mau memulai usaha.
“Saya bingung mau usaha apa saat masuk pensiun, karena tidak ada yang mengajarkan tentang usaha. Saat sudah memasuki pensiun baru belajar kesana-sini usaha. Hasilnya pun tidak maksimal,” katanya.
“Makanya penting memulai usaha sebelum masuk pensiun, sehingga setelah sudah pensiun udah mapan. Yang belum pensiun tidak ada salahnya belajar mencari virus-virus bisnis,” pesannya.
Baca Juga: Korban PHK bisa dapat gaji, ini syarat dan cara daftar Jaminan Kehilangan Kerja
Sedangkan, Azmir Nida, yang juga pensiunan dari KKP, mengatakan, mind set masih menjadi pegawai dan setelah pensiun berbanding terbalik. Dulu menghabiskan, sekarang harus mencari. Sementara setelah pensiun pendapatan turun bisa lebih dari 75 persen kalau kita tidak punya usaha mental kita drop.
“Untuk yang belum pensiun untuk mempersiapkan diri. Sebaiknya memulai sebelum masa pensiun jadi jika gagal masih ada pendapatan. Dan mencoba terus sampai berhasil, sehingga saat sudah pensiun tinggal mengembangkan tanpa harus memulai baru,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)