kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ekonomi lesu, transaksi kartu kredit cuma naik 11%


Senin, 22 Juni 2015 / 16:12 WIB


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Kelesuan perekonomian domestik sedikit banyak memengaruhi gairah orang untuk bertransaksi lewat kartu kredit. Tahun ini, Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memperkirakan volume transaksi kartu kredit di Indonesia hanya akan mampu tumbuh antara 11%-12%.

Steve Martha, General Manager AKKI, mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya, volume transaksi kartu kredit mampu tumbuh antara 14%-15% year on year. "Mungkin tahun ini cuma tumbuh 11%-12%," ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Steve menambahkan, sebenarnya volume transaksi kartu kredit di Indonesia tahun ini ditargetkan bisa tumbuh sekitar 12%-15%. Sedang jumlah kartu kredit ditargetkan dapat bertambah 5%. "Kontribusi terbanyak masih tetap transaksi di supermaket, restoran serta perjalanan di waktu liburan dan akhir tahun," jelas dia.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Mei 2015, jumlah kartu kredit yang beredar dan bertransaksi di Indonesia telah mencapai 16 juta kartu, tak mengalami peningkatan siginifikan dibanding Mei 2014. Sementara itu, volume transaksi kartu kredit yang beredar telah mencapai Rp 15 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan 7,14% dibanding Mei 2014 yang mencapai Rp 14 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×