Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menerapkan sejumlah strategi guna menjaga kualitas kewajiban pembayaran borrower.
VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan Amartha menjalankan model pembiayaan berbasis kelompok ala Grameen Bank. Dia bilang modelnya, yakni pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tergabung dalam satu komunitas saat mengajukan permodalan.
Asal tahu saja, Grameen Bank adalah lembaga keuangan mikro dan bank pengembangan masyarakat di Bangladesh. Bank itu memberikan pinjaman kredit mikro tanpa jaminan kepada masyarakat miskin, khususnya perempuan, untuk kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi.
"Pendekatan itu membangun kedekatan, sekaligus tanggung jawab bersama antaranggota," ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Great Eastern Life Ungkap Faktor yang Bisa Pengaruhi Perolehan Laba Tahun Ini
Harumi menambahkan, dalam pengelolaan pembayaran, Amartha juga mengedepankan pendekatan berbasis pendampingan melalui tenaga lapangan. Dia bilang tenaga lapangan tersebut rutin melakukan kunjungan dan interaksi langsung untuk memahami kondisi usaha mitra.
Harumi menambahkan, upaya itu berhasil menjaga portofolio pembiayaan Amartha. Adapun Amartha didukung lebih dari 10.000 tenaga lapangan atau business partner dari komunitas lokal.
Berdasarkan situs resmi perusahaan, Amartha mencatatkan angka Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) sebesar 96,11% per 30 April 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














