kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gadai emas BSM di Kantor Pos raup Rp 10 miliar


Kamis, 21 Maret 2013 / 09:10 WIB
ILUSTRASI. Harga saham BUKA melemah, FREN menguat pada perdagangan bursa Selasa (26/10). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

BOGOR. Kerja sama gadai emas antara PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan PT Pos Indonesia ternyata meraup hasil yang luar biasa. Dari proyek percobaan saja, omzetnya telah mencapai Rp 10 miliar.

"Ini menghasilkan bisnis yang baik bagi kedua belah pihak," terang Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi, Kamis, (21/3).

Proyek percobaan gadai emas BSM di Kantor Pos ini dimulai di Kantor Pos Rawamangun Jakarta, sejak 11 November 2011. Merasa sukses dengan percobaan tersebut, BSM membuka lagi 16 outlet Kantor Cabang Pembantu (KCP) BSM di kantor pos yakni di Aceh, Padang, Banjarmasin, Malang, Banyuwangi, Bandung, serta Jabodetabek pada pertengahan bulan ini.

Yuslam bilang, bahwa BSM memang ingin memperluas layanan gadai emasnya. Melalui Pos Indonesia yang memiliki 3.729 unit kantor online dan 24.674 unit point of sales, BSM melihat adanya potensi untuk mempercepat bisnis gadai emasnya.

Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana mengatakan, kerja samanya dengan BSM merupakan realisasi dari reposisi Pos Indonesia dari perusahaan pos menjadi perusahaan jaringan.

"Utilisasi aset dan jaringan yang dimiliki Indonesia terus kita kembangkan sebagai mesin uang untuk memperkuat bisnis yang ada," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×