kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Gadai Non Emas Masih Mendominasi Agunan di Budi Gadai


Kamis, 29 Januari 2026 / 20:02 WIB
Gadai Non Emas Masih Mendominasi Agunan di Budi Gadai
ILUSTRASI. Budi Gadai Indonesia (dok/Budi Gadai Indonesia)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia melihat segmen gadai non emas akan tumbuh positif pada tahun 2026.

Hal ini sejalan dengan tren gadai non emas yang justru menjadi pilihan utama bagi sebagian besar nasabah Budi Gadai di tengah tingginya harga emas.

"Kami melihat bahwa gadai non emas justru menjadi pilihan utama bagi sebagian besar nasabah kami," ujar Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Budiarto, tren ini juga dipengaruhi oleh karakteristik aset yang dimiliki nasabah. Barang non emas lebih mudah diakses nasabah sekaligus lebih sering dimanfaatkan untuk kebutuhan pembiayaan jangka pendek.

Baca Juga: Gejolak IHSG Tak Goyahkan Investasi Utama Dana Pensiun

Pada tahun 2025, gadai non emas menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran pembiayaan Budi Gadai, dengan total penyaluran dari segmen ini mencapai sekitar Rp 150 miliar.

Barang non emas yang paling banyak digadaikan adalah barang elektronik, khususnya laptop dan handphone.

Pencapaian tersebut membuat Budiarto optimis akan pertumbuhan segmen gadai non emas seiring dengan konsistensi kebutuhan masyarakat serta optimalisasi produk dan layanan di segmen ini.

Untuk menjaga minat gadai non emas terus tumbuh, Budiarto bilang, Budi Gadai berencana menyederhanakan proses layanan dan memberi edukasi pada nasabah terkait pemanfaatan aset non emas sebagai solusi pembiayaan.

Terkait harga emas yang tinggi saat ini, Budiarto menyebut, mereka paling banyak menerima agunan berupa perhiasan emas dari nasabah, seperti cincin belah rotan.

Kendati didominasi oleh gadai non emas, pada awal tahun 2026 Budi Gadai juga mencatat transaksi yang positif dan stabil pada gadai emas perhiasan.

"Nasabah masih memilih emas sebagai aset yang mudah dimiliki dan familiar untuk dijadikan jaminan gadai," imbuh Budiarto.

Baca Juga: Klaim Unitlink Tembus Rp 54,76 Triliun, Lampaui Premi hingga November 2025

Selanjutnya: Tekanan di Pasar Saham Membuka Peluang Investor Alihkan Investasi ke Emas

Menarik Dibaca: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×