Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta PT Gadai ValueMax Indonesia mengantisipasi peningkatan transaksi gadai menjelang Ramadan dengan menyiapkan tambahan modal kerja guna menjaga kelancaran arus kas.
Manajer Legal dan HRD Gadai ValueMax Indonesia Andreas Harjito mengatakan, tren kenaikan gadai menjelang Ramadan merupakan pola tahunan yang telah diantisipasi perusahaan melalui peningkatan ketersediaan modal kerja.
“Setiap tahun kami melakukan antisipasi dengan meningkatkan modal kerja agar cashflow siap memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang meningkat menjelang Ramadan,” ujar Andreas kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Strategi Gadai ValueMax Perkuat Diversifikasi Gadai Non Emas pada Tahun 2026
Dari sisi pendanaan, perusahaan menyiapkan strategi yang terdiversifikasi. Andreas menyebut, Gadai ValueMax melakukan peningkatan modal perseroan, menjalin kerja sama pinjaman dengan perbankan, serta memperoleh pendanaan dari perusahaan pembiayaan pihak ketiga.
Selain itu, terdapat rencana penambahan modal dari para pemegang saham yang mencerminkan keyakinan terhadap prospek bisnis pergadaian emas.
Secara historis, Andreas mencatat kebutuhan pendanaan Gadai ValueMax mengalami peningkatan sekitar 15% selama Ramadan dan berlanjut naik hingga 30% setelah Lebaran. Kenaikan tersebut didorong oleh kebutuhan rutin nasabah, serta tambahan kebutuhan untuk mudik dan belanja pascalebaran.
Baca Juga: Gadai ValueMax Bidik Kenaikan Pembiayaan pada Momentum Ramadan
Sementara itu, tren penurunan suku bunga acuan turut memengaruhi strategi pendanaan perusahaan. Dengan biaya dana (cost of fund/CoF) yang lebih rendah, daya beli masyarakat dinilai meningkat dan berdampak positif terhadap kinerja bisnis pergadaian.
“Kinerja perusahaan pada tahun terakhir tercatat tumbuh sekitar 470% secara tahunan (year on year/yoy),” kata Andreas.
Ia menambahkan, selain meningkatnya konsumsi masyarakat, pertumbuhan tersebut juga didorong oleh kenaikan harga emas global yang terus menguat. Emas dinilai tetap menjadi aset lindung nilai (safe haven) sekaligus instrumen investasi yang diminati masyarakat.
Menurut Andreas, nasabah pergadaian umumnya semakin memahami kondisi ekonomi makro dan cermat dalam memanfaatkan layanan pergadaian, termasuk dalam memilih perusahaan yang menawarkan layanan terbaik serta menjamin keamanan aset.
Baca Juga: Gadai ValueMax Fokus Gadai Emas, Targetkan Pertumbuhan 227% di 2026
Selanjutnya: Iman Rachman Mundur, OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Normal
Menarik Dibaca: 10 Makanan yang Dikira Sehat Padahal Tinggi Gula
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













