kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Gandeng 50 bank, Finpay bidik 1 juta transaksi


Rabu, 30 Mei 2012 / 11:19 WIB
Gandeng 50 bank, Finpay bidik 1 juta transaksi
ILUSTRASI. Genshin Impact tambahkan fitur verifikasi keamanan, begini cara mengaktifkannya


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati |

JAKARTA. Berkembangnya e-commerce atau belanja online yang mendorong perkembangan teknologi pembayaran membuat anak usaha PT Telkom, PT Finnet Indonesia meluncurkan Finpay. Finpay adalah payment getaway system atau sistem pembayaran online.

"Kelebihan Finpay adalah melayani semua cara pembayaran, baik ATM transfer, online banking, kartu kredit, bank transfer, dan e-money serta mobile banking," promo Mey Hasibuan, Online Merchant Division Head-Vice President saat peluncuran Finpay.

Di awal usaha, Finnet sudah bekerja sama dengan 50 bank, dan menggaet sekitar 150 merchant saat ini. Selain sebagai payment gateway system, Finnet juga membangun Belanja Ke Internet, semacam tempat belanja online.

Menurut Mey, selama ini sistem payment gateway hanya menawarkan cara pembayaran, misalnya dengan kartu kredit saja atau kerja sama dengan beberapa bank saja untuk ATM payment.

"Kami investasi Rp 30 miliar untuk menyiapkan sistem dan produk-produk Finnet," hitung Walden R. Bakara, Presiden Direktur PT Finnet Indonesia. Ia menargetkan, omzet dari fee transaksi online yang dilakukan Finpay mencapai Rp 200 miliar dengan volume transaksi per bulan sekitar 1 juta transaksi.

"Kami menargetkan 1.000 merchant bisa bekerja sama dengan Finpay," jelasnya Walden.

Adapun strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut antara lain, bekerja sama dengan MasterCard untuk mengembangkan mobile payment, menggaet komunitas, start-up, dan memberlakukan tarif transaksi yang disesuaikan dengan besarnya merchant. "Kami juga tidak menerapkan fee buat pembeli, hanya ke merchant," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×