Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Bisnis digital sedang menjadi primadona perbankan. Sebab, selain akan mendorong pendapatan non bunga alias fee based income, juga dapat menekan efisiensi perbankan. Salah satu yang ingin memperkuat bisnis digital adalah PT Bank Ina Perdana Tbk.
Bahkan, untuk menambah pembiayaan bisnis digitial, Bank Ina berencana melakukan penerbitan saham terbatas alias rights issue pada tahun ini.
Bank Ina akan menerbitkan 625 juta saham atau sekitar 20% dari saham yang ada saat ini. Adapun target dana yang akan di himpun dari rights issue sebesar Rp 150 miliar.
Direktur Utama Bank Ina Edy Kuntardjo mengatakan, selain untuk menambah modal inti agar naik kelas ke BUKU II, emiten berkode saham BINA ini akan menggunakan dana rights issue untuk memperkuat modal kantor cabang.
“Sekarang, kami memiliki modal sekitar Rp 300 miliar. Rights issue kita harapkan sudah mendapatkan pernyataan efektif sebelum bulan Juni,” kata Edy seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Kamis (12/5).
Selain itu, dana yang didapat akan digunakan untuk pengembangan teknologi digital. “Hal ini akan kita sediakan secara bertahap, sehingga ketika dua tahun mendatang kita sudah siap untuk melangkah ke BUKU II,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













