kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Genjot fee based, BNI gandeng e-commerce


Senin, 12 Oktober 2015 / 15:29 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan fokus menggenjot kinerja dari pendapatan non bunga pada tahun depan. Untuk itu, BNI akan menggandeng lebih banyak lagi e-commerce untuk diajak kerjasama. Hingga kuartal tiga 2015, BNI sudah melakukan kerjasama dengan 15 rekanan e-commerce.

Vice President Deputy General Manager Transactional Banking Service Division Bank BNI Sri Indira mengatakan, dari kerjasama dengan 15 e-commerce tersebut, perseroan bisa mengumpulkan nilai transaksi sebesar Rp 1 triliun perbulan, dengan jumlah transaksi sebesar 200.000 transaksi.

"Untuk fee based income yang didapat perbulan masih rahasia, namun sebagai gambaran pendapatan jasa yang didapat adalah sebagian dari total transaksi," ujar Sri di Jakarta, Senin, (12/10).

Untuk fee based income, BNI fokus membidik fee based income e-commerce yang memiliki volume transaksi yang relatif besar. Menurut Sri, beberapa e-commerce yang sudah bekerjasama adalah Tokopedia dan Bukalapak.

Sri mengatakan, target fee based income BNI sampai akhir tahun untuk cash transaction secara total adalah sebesar Rp 1 triliun. Sampai akhir September 2015, menurut Sri, jumlah fee based yang sudah didapat BNI sebesar 75% dari target.

Sebagai informasi, berdasarkan data laporan keuangan BNI semester pertama, total fee based income yang terkait e-banking mengalami pertumbuhan 55,3% menjadi Rp 528 miliar. Sementara volume transaksi internet banking mengalami pertumbuhan 50% menjadi 9 juta.

Jika dilihat dari jumlah pengguna internet banking BNI, tercatat pada semester 1 mengalami pertumbuhan 30,2% yoy menjadi 928.000. Namun jika dilihat dari non interest income, total dana yang terkumpul tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 4,28 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×