kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Genjot transaksi non tunai, begini strategi Bank Indonesia


Kamis, 29 Maret 2018 / 12:05 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Agus Martowardojo


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berusaha meningkatkan sistem pembayaran non tunai. Hal ini dilakukan dengan menyempurnakan ekosistem non tunai yang ada saat ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, untuk meningkatkan transaksi non tunai, regulator tahun ini akan terus mendorong kelembagaan gerbang pembayaran nasional (GPN).

"BI memastikan berjalannya fungsi lembaga standar service, dan switching yang merupakan tiga unsur utama GPN," tulis Agus dalam buku laporan perekonomian Indonesia 2017, yang diterbitkan Rabu (28/3).

Dengan kelembagaan GPN ini bisa memperluas cakupan interkoneksi dan interoperabilitas.

Tahun ini, BI juga akan memperluas pengembangan electronic bill invoicing, presentment and payment (EBIPP). Hal ini untuk mengintegrasikan pembayaran tagihan rutin khususnya penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

BI juga akan meningkatkan target bantuan sosial non tunai dengan menambah keluarga penerima manfaat menjadi 10 juta keluarga.

Bank sentral juga akan memperluas program elektronifikasi penyaluran dana desa dan bantuan operasional sekolah non tunai serta smart city.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×