kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Great Eastern Proyeksikan Kebutuhan Asuransi di Sektor Energi Hijau Terus Meningkat


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 18:02 WIB
Great Eastern Proyeksikan Kebutuhan Asuransi di Sektor Energi Hijau Terus Meningkat
ILUSTRASI. Direktur GEGI Linggawati Tok (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) memproyeksikan kebutuhan asuransi di sektor energi hijau akan terus meningkat, seiring bertambahnya investasi dan kapasitas pembangkit energi terbarukan di Indonesia.

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan proyek energi hijau umumnya melibatkan investasi yang besar dengan periode operasional yang panjang. 

Baca Juga: Distribusi Semakin Luas, Bisnis Pembiayaan Syariah Masih Moncer

"Oleh karena itu, perlindungan asuransi menjadi bagian penting dari manajemen risiko dan sering kali menjadi persyaratan dari lembaga pembiayaan maupun investor," ujarnya kepada Kontan, Jumat (28/8).

Ke depannya, Linggawati menilai peran asuransi tidak hanya sebagai mekanisme transfer risiko, tetapi juga sebagai mitra yang membantu memastikan keberlanjutan proyek melalui dukungan manajemen risiko yang lebih komprehensif. Dengan makin berkembangnya ekosistem energi terbarukan, dia memperkirakan kebutuhan atas produk asuransi yang khusus dan sesuai karakteristik proyek akan makin besar.

Saat ini, Linggawati mengatakan GEGI telah memberikan perlindungan asuransi untuk sejumlah aset yang terkait energi hijau. Salah satunya berkaitan dengan ekosistem energi surya, baik pada sektor manufaktur panel surya maupun instalasi panel surya atau solar panel yang telah beroperasi. 

"Kami melihat sektor energi terbarukan sebagai segmen yang memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan, seiring meningkatnya investasi dan percepatan transisi energi di Indonesia," ucap Linggawati.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, GEGI membukukan premi bruto sebesar 523,37 miliar per Juli 2026. Adapun klaim bruto perusahaan sebesar Rp 445,81 miliar. 

Baca Juga: CNAF Masih Intip Peluang untuk Kembali Merilis Surat Utang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×