kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Distribusi Semakin Luas, Bisnis Pembiayaan Syariah Masih Moncer


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 17:29 WIB
Distribusi Semakin Luas, Bisnis Pembiayaan Syariah Masih Moncer
ILUSTRASI. Keuangan Syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa bisnis pembiayaan di segmen syariah masih mampu melebihi kinerja industri multifinance secara keseluruhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan syariah oleh perusahaan leasing tumbuh 9,14% atau sebesar Rp31,98 triliun pada semester I-2026.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, pembiayaan syariah memiliki ruang yang lebih kuat di segmen pembiayaan ritel, kendaraan bekas, dan kebutuhan rumah tangga. Hal ini berbeda dengan segmen pembiayaan kendaraan konvensional yang justru masih tertekan.

Meski pada paruh pertama 2026 sejumlah momentum, seperti Ramadan, hari raya, umrah, dan haji serta kebutuhan konsumsi turut mendorong pembiayaan syariah, tetapi faktor musiman dinilai belum cukup untuk menjelaskan faktor pertumbuhan tersebut.

Hematnya, tren pembiayaan syariah justru sudah terlihat sejak tahun lalu yang menurut Yusuf dapat dilihat sebagai bentuk preferensi nasabah akan pembiayaan berbasis syariah.

Baca Juga: CNAF Masih Intip Peluang untuk Kembali Merilis Surat Utang

Di sisi lain, produk pembiayaan berbasis syariah juga kian beragam dan distribusinya lebih luas. Selain itu, pembiayaan berbasis murabahah juga relatif mudah dipahami dan banyak digunakan untuk kendaraan serta kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, ia memperkirakan pembiayaan syariah pada semester II-2026 akan tumbuh lebih moderat. "Karena tidak ada lagi dorongan Ramadan dan Lebaran,” katanya.

Segmen pembiayaan umrah, kendaraan bekas, dan pembiayaan ritel dinilai masih akan jadi penopang pembiayaan di saat industri secara keseluruhan masih menghadapi tantangan daya beli dan kualitas kredit.

Dengan kondisi itu, ia menilai pembiayaan syariah multifinance berpeluang tetap tumbuh di kisaran high single digit hingga low double digit sampai akhir tahun atau masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri multifinance secara keseluruhan.

Baca Juga: BRI Finance Perkuat Pembiayaan Komersial Lewat Skema Joint Financing bersama BRI

Kendati demikian, tetap ada tantangan yang patut dicermati industri yakni menjaga kualitas pembiayaan agar pertumbuhan tidak hanya sekadar mengejar volume saja, terutama ketika risiko kredit di industri sedang meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×