kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.801   -29,00   -0,17%
  • IDX 8.272   140,44   1,73%
  • KOMPAS100 1.167   21,46   1,87%
  • LQ45 839   9,77   1,18%
  • ISSI 295   6,95   2,41%
  • IDX30 434   3,47   0,80%
  • IDXHIDIV20 518   -0,64   -0,12%
  • IDX80 130   2,22   1,73%
  • IDXV30 142   1,07   0,76%
  • IDXQ30 140   -0,12   -0,08%

Great Eastern Targetkan Premi Asuransi Rekayasa Rp 60 Miliar hingga Akhir 2025


Senin, 29 September 2025 / 10:44 WIB
Great Eastern Targetkan Premi Asuransi Rekayasa Rp 60 Miliar hingga Akhir 2025
ILUSTRASI. Marketing Director PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) Linggawati Tok. Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 60 miliar dari lini asuransi rekayasa hingga akhir 2025.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 60 miliar dari lini asuransi rekayasa (engineering insurance) hingga akhir 2025. 

Marketing Director GEGI, Linggawati Tok mengatakan perusahaan tetap optimistis meski pasar menghadapi tantangan. 

“Kami tetap optimistis, namun realistis terhadap kondisi pasar. Fokus kami adalah menjaga kualitas portofolio dan mendukung proyek-proyek yang memiliki kelayakan risiko yang baik,” ujar Linggawati kepada Kontan, Senin (29/9/2025).

Baca Juga: Harga Emas Kembali Cetak Rekor Baru US$ 3.798 Senin (29/9), di Picu Pelamahan Dolar

Untuk mencapai target tersebut, GEGI menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya menggarap proyek-proyek strategis seperti pembangunan pabrik otomotif, perumahan, serta kawasan komersial dan industri yang dijadwalkan mulai konstruksi pada kuartal IV tahun ini. 

“Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan kontraktor dan pengembang untuk menyediakan solusi asuransi yang komprehensif dan kompetitif, termasuk Asuransi Liability dan Professional Indemnity,” jelasnya.

Ia menambahkan, GEGI mengakui bahwa bisnis asuransi konstruksi tahun ini menghadapi tantangan. Utamanya adalah perlambatan realisasi proyek infrastruktur dan industri, terutama di sektor swasta.

“Hal ini berdampak langsung pada volume permintaan polis baru, sehingga memengaruhi pendapatan premi pada lini ini,” katanya.

Lebih lanjut, Linggawati menambahkan bahwa GEGI akan terus mendukung sektor konstruksi dan infrastruktur nasional melalui penyediaan produk asuransi yang andal dan sesuai kebutuhan pasar.

"Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis risiko, GEGI optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan industri,” pungkasnya.

Baca Juga: Ekspor Mobil Listrik BYD Diproyeksi Sumbang 20% Penjualan Global Tahun Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×