kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GWM melonggar, perbankan tak bergegas pacu kredit Ekspor


Selasa, 03 Maret 2020 / 21:55 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Erwin Rijanto, memberikan keterangan pers mengenai langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan keuangan akibat dampak


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

Tahun ini sesuai dengan target pertumbuhan kredit yang moderat di kisaran 5%-7%, segmen kredit ekspor juga hanya akan dijaga penyalurannya. Likuiditas Valas BCA disebut Jahja kini juga masih sangat longgar di kisaran 50%-60%.

Baca Juga: Penurunan bunga kredit sudah dimulai, segmen mana yang turun lebih dulu?

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Haru Koesmahargyo juga menyatakan hal senada, meskipun ia mengaku BRI dapat tambahan likuiditas hingga Rp 9 triliun dari aksi pelonggaran GWM ini, segmen kredit ekspor perseroan cuma ditargetkan tumbuh moderat.

“Saat ini kredit ekspor BRI nilainya sekitar Rp 40 triliun atau setara 5% dari portofolio. Di mana mayoritas berasal dari segmen korporasi dan industri pengolahan. Dengan fokus di segmen mikro tahun ini, segmen korporasi kami jaga pertumbuhannya di level moderat,” katanya Haru kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×