kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Himbara ragukan konsep holding bank BUMN


Kamis, 29 Januari 2015 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) mengincar kenaikan penjualan sebesar 15% secara tahunan


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Himpunan Bank-bank Umum Milik Negara (Himbara) masih meragukan efektivitas skema holding dalam proses konsolidasi bank-bank BUMN. Sebab bisa menimbulkan kerumitan baru di tengah besarnya tuntutan pada bank BUMN dalam proses pembangunan ekonomi nasional.

Menurut Ketua Umum Himbara Gatot Murdiantoro Suwondo, pihaknya sampai kini belum mendapat penjelasan secara detail dari pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai skema baru dalam proses konsolidasi bank BUMN. "Saya belum tahu yang dimaksud holding bank BUMN itu nanti gimana," kata Gatot di Jakarta, Kamis (29/1).

Namun Gatot mempertanyakan apakah jika dibentuk holding, maka akan seperti apa komposisi kepemilikan saham lama di bank-bank BUMN. "Apakah nanti jika dipaksakan justru malah menimbulkan kerumitan baru," ujar Gatot.

Gatot mewanti-wanti bahwa tuntutan kontribusi perbankan BUMN dalam pembangunan ekonomi, terutama infrastruktur, makin besar di bawah pemerintahan baru Presiden Jokowi. "Nah di tengah situasi begini, justru malah dihadapkan dengan proses konsolidasi yang kompleks. Menurut saya lebih baik perbankan BUMN tetap seperti sekarang saja," pungkas Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×