kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Home Credit bidik pembiayaan Rp 4,8 triliun


Senin, 20 Maret 2017 / 14:13 WIB


Reporter: Anisah Novitarani | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan multiguna asal Republik Ceko, PT Home Credit Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang 2016.

Jaroslav Gaisler, CEO PT Home Credit Indonesia mengatakan, tahun lalu, pihaknya membukukan pembiayaan sebesar Rp 1,9 triliun dan melayani lebih dari 750.000 pelanggan.

"Pada periode yang sama, kami mengalami peningkatan dua lipat dibanding tahun 2015," kata Jaroslav di Jakarta, Senin (20/3).

Pertumbuhan pembiayaan yang paling tinggi sebesar 70% dipegang oleh pembiayaan gadget, lalu 25% elektronik lain, dan 5% untuk furnitur.

Tahun ini, kata Jarislav, Home Credit menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 4,8 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, Home Credit berupaya melakukan ekspansi berkelanjutan di Indonesia.

Andy Nahil Gultom selaku Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia mengatakan, saat ini, Home Credit telah hadir di lebih dari 37 kota, dan 5.000 titik distribusi penjualan (point of sales) yang tersebar di Indonesia.

"Untuk tahun ini, kami mengawali ekspansi perluasan pemasaran ke Pulau Kalimantan dan Sumatra. Diharapkan pada akhir 2017, kami akan beroperasi di seluruh Indonesia kecuali Papua," kata Andy.

Selain menyiapkan ekspansi, Home Credit juga telah bersiap untuk menghadapi era financial technology (fintech) yang akan menyediakan layanan pembiayaan online. Andy mengatakan, layanan fintech akan diluncurkan sekitar bulan April atau Mei.

"Namun kami belum memasang target untuk fintech ini. Objektif kita bukan langsung untuk penjualan sebesar-besarnya. Lebih untuk memahami market, seperti apa yg customer mau dalam sistem online," kata Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×