kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

IBI: Bankir diimbau ikut sertifikasi LSPP


Rabu, 14 September 2011 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Masker organik kecantikan wajah produksi Shemmy Beauty.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ajat Darajat mengungkapkan, asosiasi perbankan bisa memilih lembaga sertifikasi, antara Badan Sertifikasi Managemen Resiko (BSMR) dan Lembaga Sertifikasi Perbankan (LSPP). Lembaga sertifikasi ini akan memenuhi kebutuhan keahlian bankir selain manajemen risiko.

"Bukan masalah satu atau dua lembaga sertifikasi di suatu industri. Kalau kata perbankan dua-duanya jalan ya tidak apa-apa. Yang penting lembaga itu memenuhi syarat material, formal, dan mendapat dukungan dari asosiasi," ujar Ajat, Rabu (14/9).

Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini menambahkan, LSPP merupakan lembaga independen yang didirikan IBI bersama Perbanas, Himbara, Asbanda, Asbisindo, dan Perbarindo.

"BSMR kan khusus manajemen risiko dan tidak terbatas di perbankan. Sertifikasi yang terkait dengan perbankan akan kita imbau gabung dengan LSPP di bawah IBI," kata Zulkifli. Dia berpromosi, biaya sertifikasi LSPP lebih ringan dan terjangkau oleh para bankir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×