kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,83   -7,61   -0.88%
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

IHSG jeblok, Taspen siap borong saham murah


Rabu, 18 Maret 2020 / 15:15 WIB
IHSG jeblok, Taspen siap borong saham murah
ILUSTRASI. Direktur Utama Taspen Antonius NS Kosasih.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pasar modal yang tertekan menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk membeli saham dengan harga murah. Salah satu perusahaan yang melihat peluang ini adalah PT Taspen (Persero).

Direktur Utama Taspen Antonius NS Kosasih menjelaskan, Taspen masuk ke pasar saham bukan semata-mata urusan komitmen tetapi melihat peluang bagus untuk membeli saham-saham di harga murah atau bottom fishing.

“Melihat merosotnya nilai rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), maka saat ini menjadi kesempatan baik untuk mulai borong saham yang fundamentalnya kuat dan secara industri belum turun,” kata dia, Selasa (17/3).

Baca Juga: Ini alasan Taspen masuk LinkAja

Sayangnya ia belum mau mengungkapkan berapa nilai investasi saham yang digelontorkan serta emiten saham apa yang dipilih. Selain borong saham murah, Taspen juga tertarik berinvestasi ke instrumen fixed income.

Seperti diketahui, tahun lalu Taspen mencatatkan hasil investasi Taspen pada tahun lalu mencapai Rp 9,11 triliun atau meningkat 19,08% secara year on year (yoy). Jika dirinci, investasi Taspen di surat utang sebesar 67,5% dari total investasi. Menyusul deposito 18,7%, reksadana 6,7%, saham 4,9% dan investasi langsung 2,2%.

“Mayoritas investasi Taspen ditempatkan pada surat utang negara maupun obligasi korporasi dengan fundamental yang kuat, dengan tingkat risiko yang sangat rendah namun tetap memberikan imbal hasil yang baik,” tuturnya.

Untuk menjaga likuiditas perusahaan dan keamanan dana, Taspen juga menempatkan hampir 80% deposito di bank BUMN, 18% di Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan hanya 2% pada bank umum yang merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan Taspen yakni Bank Mandiri Taspen.

Untuk investasi di saham, Taspen memilih saham-saham emiten yang mayoritas terdaftar pada indeks LQ45 dan didominasi oleh saham-saham BUMN yang tergolong saham-saham blue chips.

“Dalam proses pemilihan saham untuk alokasi investasi, kami selalu mengutamakan aspek makro ekonomi, fundamental, prospek bisnis, likuiditas dan valuasi perusahaan yang wajar dan seksama serta mempertimbangkan pula faktor-faktor teknikal,” jelasnya.

Baca Juga: Taspen terus dorong peningkatan layanan digital bagi peserta

Pada instrumen reksadana, Taspen berinvestasi melalui 15 manajer investasi (MI) yang memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) di atas Rp 4 triliun hingga Rp 50 triliun, di mana 90% di antaranya adalah MI yang menduduki peringkat 15 besar. Selain itu, hampir 50% penempatan reksadana Taspen pada MI milik BUMN.

“Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian yang kami pegang teguh guna menjamin keamanan dana investasi yang kami kelola untuk memberikan manfaat secara maksimal kepada peserta,” imbuh Antonius.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×