kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,59   7,95   0.84%
  • EMAS1.030.000 -0,48%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ilham Habibie: Bank Muamalat wasiat ayah saya


Rabu, 25 Oktober 2017 / 23:46 WIB
Ilham Habibie: Bank Muamalat wasiat ayah saya


Reporter: Djumyati Partawidjaja, Khomarul Hidayat, Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) yang dikomandoi Setiawan Ichlas, menyatakan siap menjadi pembeli siaga rights issue Bank Muamalat Indonesia senilai Rp 4,5 triliun. Setiawan mengatakan akan menggandeng rekanan, semisal dana pensiun dan international souvereign fund. Termasuk Ilham Akbar Habibie, Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama juga akan ikut dilibatkan.

Nama Ilham Akbar Habibie kini menjadi perhatian publik, pasca Setiawan Ichlas, pemilik saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) saat berdialog dengan KONTAN 12 Oktober lalu menyebutnya sebagai salah satu calon investor yang juga akan menyuntikkan dana ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk lewat Minna Padi. Ilham merupakan putra mantan Presiden B.J. Habibie, pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang juga membantu pendirian Bank Muamalat.

Ilham pun menerima tim KONTAN di kantornya di kawasan Mega Kuningan, Jumat (20/10). Kepada wartawan KONTAN Yuwono Triatmodjo, Khomarul Hidayat dan Djumyati Partawidjaja, Ilham membeberkan keterlibatannya dalam rencana akuisisi Bank Muamalat itu. Berikut nukilannya:

KONTAN: Bagaimana awalnya Anda tertarik untuk masuk ke Bank Muamalat?
ILHAM: Saya mendengar Bank Muamalat perlu dibantu untuk direvitalisasi. Saya ingin membantu karena hanya dalam hal ini, ada wasiat yakni bank ini didirikan oleh ayah saya. Saya Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan saya merasa punya tanggung jawab. Dua bulan lalu saya mengirim surat ke Bank Muamalat, tetapi tidak pernah mendapat balasan. Hingga akhirnya Saya mendapati nama Minna Padi sebagai calon investor Bank Muamalat yang mau berinvestasi Rp 4,5 triliun.

KONTAN: Lantas apa yang Anda lakukan selanjutnya?
ILHAM: Terjadi pendekatan. Saya akhirnya memutuskan melanjutkan misi membantu Bank Muamalat, tidak secara terpisah, tapi kami ingin berbicara dengan Setiawan Ichlas untuk mungkin ikut bergabung. Minna Padi adalah perusahaan terbuka, yang akan menggelar RUPSLB pada bulan depan. Secara informal,  kami sudah ada kesepakatan, tetapi kan belum secara formal. Jadi, saya tidak bisa sebutkan term of condition-nya apa karena ini masih dalam penjajakan.

KONTAN: Komitmen apa yang Anda tawarkan?
ILHAM: Saya tidak bisa bicara komitmen pribadi. Saya tidak menyebut angka atau apa. Dalam naungan Ilthabi Group, konsorsium kami siap bekerjasama dengan Minna Padi. Bisa saja saya masuk dengan atau tanpa uang. Saya bisa jadi pejabat dalam Minna Padi, seperti komisaris. Kalau saya jadi partner di situ, tidak selalu saya harus setor uang kan. Bisa saja saya masuk sebagai profesional. Saya di sini bukan sebagai investor klasik. Prosesnya sendiri masih berjalan, dan bulan depan Insya Allah akan ada keputusan.

KONTAN: Bagaimana maksudnya tanpa adanya suntikan dana?
ILHAM: Komitmen saya tidak sekedar uang, tapi adalah juga pemikiran, waktu, energi, network dan sebagainya. Saya di sini membantu Bank Muamalat karena ini adalah wasiat, dan butuh di revitalisasi. Saya tidak standby dengan uang jutaan dollar AS untuk masuk ke Bank Muamalat. Kalau uang itu pun toh bisa saya sertakan, ya alhamdulillah. Tapi, kalau tidak, ya tidak masalah dan saya sudah menyatakan semuanya. Saya juga sudah katakan kepada pak Setiawan bahwa saya dalam hal ini tidak berinvestasi dan lantas ingin make money. Saya hanya ingin membantu.

KONTAN: Siapa saja yang Anda gandeng masuk konsorsium Ilthabie Group?
ILHAM: Saya tidak bisa bilang siapa yang saja ajak bicara karena bersifat private dan confidential.

KONTAN: Bila Anda masuk ke Bank Muamalat, apakah akan berkomitmen untuk jangka panjang?
ILHAM: Ini masalah uang atau waktu? Kalau uang no comment, karena perbankan bukan bisnis saya. Namun kalau terkait partner saya, itu lain cerita. Mungkin saya nanti bergandengan dengan partner saya masuk ke Bank Muamalat. Jadi bukan menggunakan uang perusahaan saya atau uang milik pribadi.

KONTAN: Setiwan Ichlas menyatakan akan memberi 2,5% saham Bank Muamalat ke MUI dan 1%-1,5% ke ICMI. Tanggapan Anda?
ILHAM: Saya belum pernah mendapat pemberitahuan resmi dan Setiawan Ichlas juga belum bisa secara resmi bicara itu karena dia juga belum memiliki saham Bank Muamalat. Tapi kalau itu terjadi, akan sangat baik kalau ICMI dan MUI diikutsertakan, karena memang keduanya merupakan pendiri.

KONTAN: Apa dampak positif kehadiran MUI dan ICMI sebagai pemegang saham Bank Muamalat?
ILHAM: Bisnis perbankan adalah masalah kepercayaan. Kalau dua organisasi itu ada di Bank Muamalat, bisa membangun trust building yang sangat baik. Sumbangsih ICMI sendiri lebih ke pemikiran akademisi, memperhatikan aspek perbankan syariah dan ekonomi pada umumnya. ICMI bisa membantu dalam hal kapital intelektual bagi Bank Muamalat dengan sumbangsih pemikirannya.

KONTAN: Apa yang harus diperbaiki dari Muamalat?
ILHAM: Sebelumnya saya ingin cerita kalau sejak enam tahun lalu sudah pernah mencoba masuk ke Muamalat, saat salah satu pemegang saham akan menjual sahamnya. Dan saya waktu itu bersama pak Sandiaga Uno, pak Sugiharto (mantan menteri BUMN) ikut mengajukan penawaran. Sayang harganya saat itu mahal sekali. Prosesnya waktu itu dilakukan oleh Morgan Stanley. Saya memang bukan ahli perbankan, saya pikir Anda justru lebih tahu apa yang terjadi di Muamalat. Saya hanya tahu hal umumnya saja.

KONTAN: Apakah bapak sudah bicara dengan OJK?
ILHAM: Sudah dua kali, beberapa minggu yang lalu.

KONTAN: Apa yang dibicarakan dengan OJK?
ILHAM: Saya tidak bisa bilang disini.

KONTAN: Anda yang meminta bertemu OJK, atau OJK yang meminta Anda datang?
ILHAM: Bukan saya yang meminta. Saya bertemu OJK dengan beberapa orang lainnya.

KONTAN: Apakah Anda dekat dengan salah satu pemegang saham Muamalat, Islamic Development Bank (IDB)?
ILHAM: Saya dekat dengan IDB dan banyak terlibat kerjasama dengan IDB.

KONTAN: Apakah IDB yang meminta Anda bergabung membantu Bank Muamalat?
ILHAM: Saya tidak bisa katakan itu.  

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Complete Three Statement Modeling Financial Statement Analysis

[X]
×