kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Imbal Hasil Obligasi Naik, Ini Kata Asosiasi Soal Efeknya Terhadap Investasi Dapen


Minggu, 15 Maret 2026 / 16:50 WIB
Imbal Hasil Obligasi Naik, Ini Kata Asosiasi Soal Efeknya Terhadap Investasi Dapen
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil atau yield obligasi mengalami kenaikan yang salah satunya disebabkan sentimen perang Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai dampak dari perang Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia memang bisa menjadi salah satu faktor naiknya yield obligasi.

Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan kenaikan yield obligasi tersebut tidak dapat secara otomatis langsung berpengaruh ke arah investasi dana pensiun (dapen). Sebab, switching atau peralihan investasi dari saham ke obligasi bagi dapen tidak dapat langsung dilaksanakan begitu saja.

"Hanya beberapa dana pensiun besar yang dapat memanfaatkan fluktuasi yield obligasi tersebut dengan trading, sedangkan dana pensiun yang relatif kecil sulit karena dananya terbatas," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga: AAJI Mencatat Total Polis Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 9% Sepanjang 2025

Selain itu, Bambang juga berpendapat kenaikan yield obligasi tak serta-merta langsung berpengaruh signifikan terhadap hasil investasi dana pensiun. Dia memperkirakan kemungkinan dampaknya terhadap hasil investasi hanya sedikit baik naik atau turun pada 2026.

Dari sisi penyelenggara, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menilai kenaikan yield obligasi justru dapat memberikan peluang untuk memperoleh imbal hasil yang lebih baik pada penempatan investasi baru, khususnya pada obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi dengan kualitas yang baik. 

"Oleh karena itu, kondisi pasar saat ini kami lihat lebih sebagai dinamika pasar yang tetap membuka peluang investasi ke depan," ucap Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno kepada Kontan, Sabtu (14/3).

Budi menerangkan kenaikan yield obligasi memang secara mekanisme pasar menyebabkan harga obligasi yang sudah dimiliki mengalami penurunan. Namun, bagi dana pensiun seperti Dapen BCA yang sebagian besar investasinya bersifat jangka panjang, kondisi tersebut tidak secara langsung memengaruhi hasil investasi apabila obligasi tersebut dipegang hingga jatuh tempo atau hold to maturity.

Lebih lanjut, Budi mengatakan secara prinsip, tidak ada perubahan strategi investasi yang mendasar pada tahun ini. Dia bilang Dapen BCA tetap mengelola investasi dengan pendekatan yang prudent dan berorientasi jangka panjang.

Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Bank BUMN, OJK Pastikan Fundamental Tetap Solid

Jika menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 150,85 triliun per akhir 2025. Nilainya tercatat meningkat 11,16%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 135,71 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×