kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

QRIS Indonesia–China Resmi Meluncur, Bidik Peluang dari LTC US$ 18 Miliar


Kamis, 30 April 2026 / 20:42 WIB
QRIS Indonesia–China Resmi Meluncur, Bidik Peluang dari LTC US$ 18 Miliar
ILUSTRASI. Peluncuran implementasi QRIS antarnegara Indonesia-China (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) bersama People’s Bank of China (PBoC) resmi meluncurkan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia–China. Peluncuran ini menjadi langkah lanjutan penguatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara sekaligus mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, saat ini transaksi valuta lokal atau local currency transaction (LCT) antara Indonesia dan China telah tembus US$ 18 miliar.

Menukil peluang yang ada, Perry bilang implementasi QRIS Antarnegara Indonesia–China juga memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas atau Local Currency Transaction (LCT). 

Baca Juga: Kasus Penagihan Bermasalah, Indosaku Tindak Oknum Debt Collector

BI melihat langkah ini dapat mengurangi risiko volatilitas nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.

“Sekarang QR code Indonesia dan QR code China sudah terhubung sesuai standar QRIS, jadi kapan pun kita pergi ke China atau warga China ke Indonesia tak perlu pakai uang tunai,” ujar Perry dalam peluncuran QRIS Indonesia–China di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurut Perry, kolaborasi BI, PBoC, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta industri sistem pembayaran kedua negara diarahkan untuk menciptakan konektivitas pembayaran yang lebih lancar, efisien, dan inklusif.

Kinerja transaksi QRIS lintas negara juga terus menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal I-2026, volume transaksi QRIS inbound atau transaksi wisatawan asing di Indonesia mencapai 2,79 juta transaksi atau tumbuh 222% secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai nominal Rp 713,59 miliar.

Sementara itu, volume transaksi QRIS outbound atau transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri tercatat mencapai 737.647 transaksi dengan nilai Rp 249,26 miliar.

BI mencatat, volume transaksi pembayaran digital nasional pada triwulan I 2026 mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% yoy. Adapun transaksi QRIS tumbuh lebih tinggi yakni mencapai 116,43% yoy.

Sejak diluncurkan pada 2020 hingga triwulan I 2026, QRIS telah digunakan oleh 61,7 juta pengguna dan menjangkau 44 juta merchant, mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Total transaksi QRIS sepanjang periode tersebut mencapai 31 miliar transaksi dengan nilai Rp 2.970 triliun.

Tantangan Implementasi QRIS Indonesia–China

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan dukungan pemerintah China terhadap perluasan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia–China.

“Perbankan juga dalam masa transisi sehingga kita perlu mengadopsi inovasi. Kami akan meneruskan partisipasi dan penerimaan QRIS di China dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran,” jelas Wang dalam kesempatan yang sama. 

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso membeberkan, nantinya QRIS antarnegara juga bakal diperluas tak hanya di skala ritel tetapi juga bisnis dan korporasi. 

Hanya saja, saat ini tantangan yang dihadapi ialah integrasi QR di China yang belum merata. Santoso bilang saat ini QR Indonesia baru terintegrasi dengan UnionPay dan Alipay. Namun begitu, saat ini pihaknya tengah membidik WeChat Pay dan MPC untuk kerja sama selanjutnya. 

“Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan,” tegas Santoso. 

Ia belum membeberkan kapan target rampungnya perluasan tersebut. Pasalnya, ada aspek teknologi yang perlu diinterkoneksikan antar masing-masing sistem pembayaran di China. 

Baca Juga: TUGU Bagikan Dividen Rp 355 Miliar, Simak Besar Yieldnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×