Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Citibank Indonesia memasang strategi pertumbuhan kredit yang tetap agresif tetapi selektif pada 2026. Bank ini mengandalkan pipeline pembiayaan yang dinilai kuat dan terdiversifikasi, baik dari sisi segmen nasabah maupun sektor industri.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, permintaan kredit terbesar saat ini berasal dari segmen korporasi lokal. Setelah itu disusul oleh perusahaan multinasional, commercial banking, serta trade loans.
“Pipeline kami sekarang paling besar datang dari local corporates, kemudian multinasional, commercial banking, dan trade loans,” ujar Batara dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: AFPI Sesalkan Peristiwa Pemesanan Fiktif oleh Oknum Debt Collector di Semarang
Batara bilang diversifikasi menjadi salah satu fokus utama Citi Indonesia dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Pun, pihaknya telah melakukan stress test serta menjaga rasio permodalan tetap memadai untuk menopang ekspansi kredit.
“So, we feel good bahwa pipeline kami cukup strong dan diversified,” katanya.
Dari sisi industri, sektor telekomunikasi dan komunikasi menjadi kontributor terbesar dalam pipeline pembiayaan Citi Indonesia tahun ini. Selanjutnya diikuti sektor institusi keuangan dan non keuangan seperti perusahaan pembiayaan dan asuransi.
Adapun sektor lain yang turut menopang permintaan kredit yakni pertambangan dan konstruksi, ritel, hingga industri kimia.
Citi Indonesia juga menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Di tengah peluang pertumbuhan, bank ini tetap selektif dalam mengelola risiko kredit.
Selain pembiayaan langsung kepada korporasi, Citi Indonesia juga memperkuat strategi pembiayaan rantai pasok (supply chain financing). Hingga akhir tahun lalu, pertumbuhan bisnis supplier financing pada 2025 mencapai 16% secara tahunan.
Ia menilai dukungan kepada pemasok korporasi menjadi sama pentingnya dengan pembiayaan kepada perusahaan utama. Sebab, banyak nasabah multinasional maupun korporasi besar yang memiliki jaringan pemasok dari segmen commercial banking hingga UMKM.
Batara menambahkan, strategi Citi Indonesia ke depan tak cuman berfokus pada pembiayaan langsung kepada korporasi besar, tetapi juga menangkap peluang bisnis tak langsung melalui ekosistem pemasok mereka.
Dengan basis nasabah sekitar 600 perusahaan multinasional serta portofolio korporasi lokal yang tersebar di berbagai sektor, Citi Indonesia optimistis peluang pertumbuhan kredit pada 2026 masih terbuka lebar.
Baca Juga: Kasus Penagihan Bermasalah, Indosaku Tindak Oknum Debt Collector
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












