Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dupla Kartini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi pembentukan induk (holding) industri perbankan dan jasa keuangan kian mendekati babak akhir. Beberapa bankir pelat merah menyatakan, masing-masing pihak telah mempersiapkan secara terperinci kebutuhan holding.
Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo menyebut, bank pelat merah sudah membentuk kelompok pembentukan holding. "Sudah dibentuk kelompok untuk menyiapkan, dari sisi hukum, project management office,dan pengelompokan," kata Haru, Kamis (26/10).
Tim pembentukan holding dikomandoi Sulaiman Arif Arianto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri sekaligus perwakilan dari Himpunan bank milik negara (Himbara). Kemungkinan holding dapat dibentuk pada kuartal I-2018 mendatang.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo juga membeberkan model bisnis yang akan diterapkan pasca terbentuknya holding. Tiko, sapaan akrab Kartika menuturkan, induk usaha perbankan BUMN tersebut kelak dapat memberikan manfaat bagi bisnis bank BUMN.
Salah satu manfaat itu antara lain opsi penambahan modal bagi bank BUMN. "Sederhananya, kalau Mandiri memiliki capital adequacy ratio (CAR) tinggi dan laba besar, saya bisa bayar dividen besar dan sebagian dividen disuntikkan ke Bank BTN. Jadi, opsi suntik modalnya lebih banyak, bukan hanya dari Penyertaan Modal Negara," ucap Tiko pekan lalu.
Senada, Haru juga menyebut dengan skema injeksi modal dari induk melalui pemberian dividen dari bank akan jauh lebih efektif, ketimbang mencari dana dari luar.
Sementara, manfaat kedua yakni efisiensi lewat sinergi sistem pembayaran. Cikal bakal sinergi ini juga sudah terlihat dari pembentukan PT Jalin Pembayaran Nusantara dan ATM Link (Himbara).
Adapun terkait kebijakan dividen dari, anggota holding masih belum ditetapkan. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menerangkan, pada prinsipnya, pemberian dividen tetap mengacu pada Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












