kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.067   -117,76   -1,64%
  • KOMPAS100 977   -16,23   -1,63%
  • LQ45 717   -9,31   -1,28%
  • ISSI 253   -4,13   -1,61%
  • IDX30 389   -4,46   -1,14%
  • IDXHIDIV20 484   -3,76   -0,77%
  • IDX80 110   -1,64   -1,47%
  • IDXV30 134   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 127   -1,29   -1,01%

Industri Keuangan Lokal Optimistis Tak Terimbas Dubai


Selasa, 01 Desember 2009 / 08:03 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Syamsul Azhar

JAKARTA. Bank Indonesia dan pebisnis optimistis, Indonesia tidak akan terimbas krisis utang Dubai. Alasannya, transaksi antara industri keuangan di Indonesia dan Dubai rendah.

Pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, eksposur perbankan Indonesia di Dubai masih kecil. "Tidak banyak lembaga di Indonesia yang memegang sukuk terbitan Dubai," ujarnya.

Prediksi Darmin, efek terburuk Dubai ke Indonesia adalah memburuknya sentimen di pasar keuangan global. "Lebih dari separuh utang Dubai berasal dari perbankan Eropa," ujar Darmin.

Dubai World, badan usaha milik keemiratan Dubai, pekan lalu, mengumumkan penundaan pelunasan utang. Kreditur terbesar Dubai World adalah lembaga keuangan di Abu Dhabi dan berbagai bank besar asal Eropa, terutama Inggris, seperti Royal Bank of Scotland, HSBC, ataupun Standard Chartered.

Namun, pengelola perusahaan sekuritas menilai, kegagalan Dubai tidak akan memicu sentimen negatif. "Kebanyakan transaksi di bursa kini dilakukan investor lokal. Jadi apa yang terjadi di Dubai tidak akan mempengaruhi bisnis kita," ujar Eddy Siswanto, Direktur Utama BNI Securities.

Eddy malah berspekulasi, Indonesia bisa meraih untung dari standstill Dubai. Logikanya seperti ini, investor asing akan menjual aset mereka di Dubai, dan mengalihkannya ke emerging market lain, termasuk Indonesia. "Fundamental ekonomi Indonesia punya nilai plus," ujarnya.

Direktur PT Trimegah Securities Tbk, Rosinu, juga melontarkan ramalan yang optimistis. "Kalaupun ada aksi jual, kami tetap mengantongi fee," ujarnya.

Sama seperti Eddy, Rosinu juga menduga, Indonesia akan mendapat berkah dari kegagalan Dubai melunasi utang. "Investor asing justru akan melirik Indonesia lagi. Bisnis sekuritas di sini akan kembali marak," ujarnya.

Industri asuransi lokal juga percaya diri, tidak akan tersandung dengan krisis di Dubai. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Stephen B. Juwono memastikan, tidak ada asuransi Indonesia yang punya eksposur di luar negeri. "Kegiatan investasi diatur dengan sangat ketat. Kami dilarang memiliki eksposur di luar negeri," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan muncul masalah dari kasus Dubai, Deputi Gubernur BI Budi Mulya berjanji, BI akan konsisten meneruskan kebijakan, termasuk kebijakan pengelolaan nilai tukar rupiah. "Nilai tukar akan terjaga sesuai dengan fundamental ekonomi," tegas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×