kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Minat Emas di Industri Asuransi Mulai Naik, Ini Respons Great Eastern (GEGI)


Kamis, 02 April 2026 / 09:45 WIB
Diperbarui Selasa, 07 April 2026 / 16:24 WIB
Minat Emas di Industri Asuransi Mulai Naik, Ini Respons Great Eastern (GEGI)
ILUSTRASI. Great Eastern General Insurance (Logo Baru) (NULL/Great Eastern General Insurance)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) melihat minat terhadap instrumen emas mulai meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global, meskipun porsinya dalam portofolio industri asuransi masih sangat kecil.

Direktur Keuangan GEGI, Andy Soen mengatakan, emas mulai dilirik sebagai alternatif diversifikasi dan lindung nilai terhadap inflasi. Namun, pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara selektif.

"Karena emas tidak memberikan imbal hasil rutin dan memiliki volatilitas harga yang cukup tinggi, pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara selektif dan terukur,” ujar Andy kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Asuransi Masih Enggan Lirik Emas, Regulasi hingga Risiko Jadi Alasan

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Januari 2026, penempatan investasi emas di industri asuransi baru mencapai sekitar Rp 3,4 miliar atau setara 0,0005% dari total investasi.

Di sisi lain, perusahaan asuransi masih mengandalkan instrumen berpendapatan tetap seperti Surat Berharga Negara (SBN), obligasi, dan deposito yang dinilai lebih stabil dan sesuai dengan kebutuhan kewajiban kepada pemegang polis.

Meski demikian, GEGI menilai peluang peningkatan investasi emas tetap terbuka ke depan, khususnya sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang.

“Ke depan, peluang tersebut tetap ada, namun akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta ketentuan regulator,” jelas Andy.

Baca Juga: Ini Kata AAUI Soal Potensi Penempatan Investasi Asuransi Umum di Instrumen Emas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×